Cegah Narkotika, Kejari Beltim Berikan Penyuluhan Hukum.

0
82

INAPOS, Babel – Dalam Rangka mengantisipasi tingginya tingkat kejahatan narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, serta minuman beralkohol yang terjadi akhir- akhir ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) lakukan sosialisasi penyuluhan dan penerangan Hukum.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Gantung, dihadiri oleh perangkat Desa se Kecatan Gantung, Maayarakat serta pelaku usaha. Dengan tujuan, memberikan pembinaan kepada masyarakat agar mentaati aturan Hukum.

Kasi Pidum Kejari Beltim, Riki Afriansyah SH,MH memaparkan pasal demi pasal serta ancaman pidana terhadap pelaku kejahatan narkotika.

“Besarnya dampak dari kejahatan Narkoba, merupakan ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk selalu waspada terhadap kejahatan Narkotika,” ungkap Riki.

Begitu pula, hal yang diaampaikan oleh Kasi Intel Kejari  eltim, Adityo Otomo SH MH mengingatkan, kejahatan narkoba selalu mengintai mencari korban, dituntut kepada masyarakat untuk selalu waspada.

“Meskipun demikian berat ancaman terhadap pelaku kejahatan Narkoba, masih saja ada yang melakukan tindak kejahatan. Hal ini di sebabkan pelaku kejahatan besar selalu mencari mangsa untuk dijadikan korban, sehingga kita semua dituntut untuk selalu waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadi kejahatan narkoba di sekitar kita,” ujar Aditiyo Utomo SH, MH.

Ditempat yang sama, Camat Gantung Yusmawandi mengakui, ketika awal masuk ditugaskan di Kecamatan Gantung, telah merasakan kesan negatif di wilayahnya. Terutama adanya warung remang- remang yang arah kehutan, terlebih beberapa kejadian di Indikasikan akibat adanya tempat tersebut.

Karena iti, dia menghimbau, kepada pelaku usaha agar melakukan kegiatan usaha sesuai dengan pungsinya, jangan sampai izin warung kopi tetapi prakteknya menjual miras.

“Sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi bersama-sama mengawasi, karena kedepannya antisipasi bukan hanya dari penegak Hukum, tetapi dari kita semua,” jelas Yusmawandi.

Selain itu, Yusmawandi juga menyingung masalah pembukaan lahan perkebunan masyarakat. Meskipun peruntukannya lahan Holtikultura,  hendaknya dalam pengelolaannya jelas dan mengikuti prosedur mekanisme yang ada, terlebih saat Ini pemerintah sedang melakukan Revisi tata Ruang.  ( Mulyadi/Imron)