Cegah Isu Hoax Pasca PSU, Gampar Gelar Refleksi

0
518

TERNATE.- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) telah berakhir dan tinggal menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya kondisi Maluku Utara saat ini pasca Perhitungan Suara Ulang (PSU) tentunya menjadi ajang saling menghujat antara masing tim Pasangan Calon yakni Tim AHM Rivai dan Tim AGK YA.

 

Dengan melihat kondisi masyarakat Maluku Utara saat ini yang dijadikan sebagai ajang saling hujat bahkan penyebaran hoax antara tim masing-masing Paslon, kini hadir Gerakan Mahasiswa Perubahan (Gampar) Kota Ternate menggelar aksi refleksi dalam menakar problem hoax yang terjadi di masyarakat Malut pasca PSU.

Aksi refleksi Gampar Kota Ternate di mulai dengan Rute depan kampus Khairun Ternate, RRi dan dan berakhir di Terminal ini menuntut keras agar masyarakat Malut mencegah konten yang isinya penyebaran berita hoax yang menyebar di masyarakat luas.

Salah satu Orator Mahdi Israil dalam orasinya mengatakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap isu sara dan informasi hoax yang menyebar di masyarakat luas selama putaran pertama Pilgub Malut bahkan sampai pada pelaksanaan PSU yang baru saja selesai dan tinggal menunggu putusan MK.

” Kami melihat situasi dan kondisi masyarakat Malut dalam keadaan gelisah, karena banyaknya konten dan isu SARA serta hoax. Padahal isu-isu tersebut bisa memecah belah persatuan dan menghilangkan toleransi masyarakat, ” Katanya kepada reporter Inapos (Rabu/24/2018).

Menurutnya, Masyarakat Malut yang menggunakan Media Sosial (Medsos) harus menyampaikan informasi secara bijak dan beretika. Jangan menyampaikan informasi yang sifatnya mengadu domba antara sesama yang akhirnya mecah belah persatuan dan kesatuan.

” Sebagai mahasiswa yang memiliki tugas dan tanggung jawab sosial meminta peran aktif masyarakat bahkan pihak keamanan Malut serta organisasi-organisasi masyarakat dalam membangun silahturahmi serta melakukan pemantauan untuk menjaga proses keamanan yang nantinya diputuskan MK agar tidak berimbas pada hal-hal yang merugikan kita semua, ” Imbuhnya.

Sementara hal yang senada juga disampaikan orator lainnya yakni Iqram Taib mengatakan, kepada semua pihak yang ada di Malut agar menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) sebagai dasar bagi tiap warga negara yang mutlak wajib dilindungi.

“Kami menginginkan kepada masyarakat agar tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika agar tidak terjadi intoleran antar sesama. Sudahila perseteruan dan saling menghujat yang selama ini dilakukan oleh masing-masing tim Paslon. jika pada keputusan MK nanti siapa yang menjadi gubernur dan wakil gubernur Malut maka semuanya harus legowo demi kemajuan Malut yang lebih baik. (min)