Jakarta.- Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) tak hentinya memperjuangkan kasus terkait kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) Kab. Ende, Anselmus Wora (45) yang diduga dibunuh pada 31 Oktober 2019 yang lalu.
INAPOS, NTT,- Musim kemarau menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Desa Banuan, Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
NTT.- Masih banyak remaja yang belum peduli dan mendapatkan akses edukasi yang baik mengenai kesehatan dan kebutuhan gizi mereka. Padahal, kesehatan remaja di masa kini merupakan investasi di masa depan untuk melahirkan generasi Indonesia selanjutnya yang terbebas dari stunting. Apalagi melihat di tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi.
Jakarta.- Gerakan Patriot Muda NTT atau Garda NTT melakukan aksi di depan Kantor Penghubung Pemprov NTT (Wisma NTT) di Tebet, Jakarta Selatan. Dalam aksinya, Garda NTT menuntut kejelasan sikap dari Pemprov NTT dan pihak terkait mengenai rencana relokasi warga yang selama ini tinggal di Pulau Komodo menyusul wacana rehabilitasi total pulau Komodo yang digaungkan Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat belakangan ini.
SAMARINDA.- Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono yang didampingi Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy, para Kasi Korem 091/ASN dan Dankabalakaju serta prajurit melaksanakan rutinitas gowes pada hari Rabu, (24/07/19).Kapenrem 091/ASN Kapten Arh Asrul Azis menuturkan, club gowes Korem 091/ASN yang sering dijuluki KSASN (Komunitas Sepeda Aji Surya Natakesuma) yang di pusatkan Spot Center Korem 091/ASN Jl. Awang Long kota Samarinda, tidak hanya gowes namun ditempat yang sama Spot Center juga digunakan untuk lari mandiri untuk para prajurit maupun PNS militer, yaitu lari mengelilingi gedung Spot Center.“Kota Samarinda pagi ini cuaca cukup cerah dan bersahabat. Gowes yang dipimpin langsung oleh Danrem 091/ASN melewati jalan raya kota Samarinda bagian Utara. Rute yang dilalui cukup menantang dan menguras stamina para KSASN. Adanya bukit pegunungan yang cukup tinggi membuat para peserta gowes memerlukan stamina yang banyak untuk melaluinya”, ungkapnya Kapenrem.Masih kata Kapenrem, rute sejauh 24 kilometer ini tak terasa dilalui karena adanya kebersamaan dan kekompakan didalam melaksanakan gowes membuat ringan dan terasa cepat dititik finish. "Bukan hanya gowes saja pagi ini, namun olahraga mandiri seperti lari, bulu tangkis, badminton, voli dan olahraga lainnya dilaksanakan oleh prajurit Korem 091/ASN pagi ini digedung Spot Center Korem 091/ASN”, tutupnya. (Red/Penrem 091/ASN)
MAHAKAM ULU.- Dalam rangka mendukung kesiapan putra dan putri daerah perdalaman Mahakam Ulu dalam mengikuti Seleksi Penerimaan TNI AD TA 2019, Kodim 0912/Kutai Barat menyelenggarakan program pembinaan dan pelatihan bagi para putra dan putri di wilayah binaannya.Hal tersebut disampaikan Dandim 0912/Kutai Barat, Letkol Inf Anang Sofyan Effendy, Rabu (24/7/19).“Antusias para remaja di sana luar biasa, kecintaan mereka kepada NKRI tidak diragukan. Meski materi yang diberikan cukup menyita energi, mereka terus mengikuti latihan hingga selesai,” ujar DandimMenurut Dandim, tingginya minat mereka, menandakan keberadaan TNI AD dirasakan, dicintai dan didambakan masyarakat.“Ini positif, mereka menginginkan untuk dilatih agar dapat mengikuti saat seleksi penerimaan dan bisa menjadi prajurit TNI AD,” terangnya.Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa, seluruh remaja yang mengikuti kegiatan tidak ditarik biaya sepeserpun."Gratis bagi kita dengan masuknya putra-putri daerah menjadi prajurit itu merupakan imbalan yang demikian luar biasa," jelasnya.Dandim juga berpesan kepada Babinsa jajaran Kodim 0912/Kutai Barat agar bisa memberikan informasi terhadap warga binaan masing - masing baik pada saat upacara bendera di lingkungan sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA ataupun SMK tentang penerimaah TNI-AD.Dandim juga mengingatkan kepada setiap calon prajurit TNI AD agar selalu membina fisiknya baik dirumah maupun yang terpusat di Makodim 0912/Kutai Barat dan kepada jajaran Koramil agar diberi wewenang untuk mempersiapkan dan membina putra dan putri terbaik diwilayahnya yang berminat menjadi prajurit TNI AD dengan siap mengikuti setiap tahapan seleksi Prajurit TNI. (Red/Penrem 091/ASN)
JAKARTA.- Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Festival Panggil Ikan pada 19-25 Juli 2019 sebagai atraksi wisata berbasis kearifan budaya lokal.Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, festival panggil ikan menjadi daya tarik tersendiri di Alor terlebih bagi wisatawan mancanegara (wisman).“Alor merupakan destinasi wisata bahari populer di Indonesia. Potensi surga bawah laut ini masih sangat besar dan bisa menjadi masa depan sektor pariwisata dan maritim Indonesia, terlebih dengan spesies laut yang jarang ditemui di tempat lain,” katanya.Kemenpar berkomitmen mendorong promosi berkesinambungan wisata bahari seperti di Alor agar lebih populer.“Festival ini bisa mempercepat perkembangan pariwisata Alor sebagai surga diving sekaligus mempersiapkan Alor sebagai tujuan wisata baru di NTT, selain Labuan Bajo dan Danau Kelimutu,” kata Ricky.Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur I Wayan Darmawa mengatakan festival yang sangat unik ini digelar langsung di alam bebas perairan Kabupaten Alor, dipandu seorang pawang ikan duyung atau jenis ikan yang juga dikenal dengan dugong.“Festival memanggil ikan dugong ini baru pertama kali digelar, dikolaborasikan dengan berbagai atraksi seni budaya dan kuliner khas Alor,” katanya.I Wayan Darmawa juga mengatakan, dugong merupakan salah satu spesies laut yang dilindungi serta belum banyak mendapat perhatian masyarakat.“Selain memperkenalkan kekayaan flora dan fauna di perairan sekitar Pulau Alor, festival ini mengedukasi pengunjung untuk ikut menjaga kelestarian alam di wilayah tersebut,” katanya.Lebih lanjut, Darmawa menjelaskan, untuk menyaksikan hewan mamalia ini pengunjung diantar seorang pawang dengan menumpang perahu menuju tempat memanggil sekawanan ikan dugong untuk mendekat.Selama sepekan, festival juga diisi dengan berbagai acara seperti atraksi menenun, seni budaya, kuliner, jelajah alam baik darat maupun laut, gerakan kebersihan, aneka lomba, dan pameran UMKM.Lalu ada juga ritual dan atraksi wisata alam dugong, gerakan Alor bersih dan bebas sampah, peresmian bank sampah, dan peletakan batu pertama pembangunan wisma wisata di Desa Wolwai, Alor.Hari selanjutnya hingga sepekan pengunjung bisa menyaksikan wisata dugong dan berkunjung ke Kampung Adat Alor Besar, situs Alquran tertua, serta Kampung Adat Lalapang dan Takpala. (Red)
KUPANG.- Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Bakamla bersama Basarnas Kupang hari ini melanjutkan operasi bersama. Operasi ini dilakukan dalam rangka pencarian dua korban kapal ikan Helong 04 yang tenggelam di Perairan Bisolo, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (10/7/19).
Inapos, Jakarta.- Kabar duka tiba-tiba datang dari lingkup Pemkab Ende. Bupati Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu dikabarkan meninggal dunia pada usia yang ke-56 tahun. Informasi yang diterima, kabarnya beliau meninggal diduga karena serangan jantung. Saat ini jenazahnya disemayamkan di Rumah Sakit Siloam Kupang.
MANGGARAI, - Kota Ruteng menjadi satu dari empat kota kecil dengan nilai paling rendah pada program penilaian Adipura periode 2017 - 2018.