Cari Bibit Berkualitas, PB Djarum Gelar Audisi Umum Djarum Beasiswa 2018

0
223
KOTA CIREBON.- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 kembali digelar di Kota Cirebon, Jawa Barat. Audisi tersebut merupakan program pencarian bibit pebulutangkis berkualitas istimewa yang digelar PB Djarum ini akan dihelat selama tiga hari di GOR Bima, pada 4-6 Agustus 2018.

Audisi Umum yang digelar di Kota Cirebon bersamaan dengan Audisi Umum di Solo Raya. Para legenda bulutangkis dan pelatih PB Djarum yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat akan terjun langsung memantau para peserta yang berkompetisi di Audisi Umum.
Adapun Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putrl berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.gbdiarumorg atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menuturkan Cirebon kembali dipilih karena kota di pesisir Jawa Barat ini sejak lama dikenal banyak melahirkan pebulutangkis dengan prestasi kelas dunia.
“Cirebon memiliki tradisi panjang dalam melahirkan pebulutangkis yang kemudian mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Untuk itu, kami kembali menggeiar Audisi Umum di kota ini dengan harapan bisa kembali menemukan bibit – bibit pebulutangkis bertalenta yang keiak akan mencetak prestasi membanggakan bagi indonesia seperti para pendahuiunya, ” ujar Yoppy Rosimin saat jumpa pers di Aula KONI Kota Cirebon, Komplek Stadion Bima, Jum’at (3/8).
Sejumlah atlet bulutangkis juara dunia asal Cirebon dihuni oleh nama-nama besar seperti Candra Wijaya yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 serta Tjun-Tjun, legenda bulutangkis indonesia yang meraih enam kali Juara All England di era 1970-an.
Demi mendapatkan bibit atlet dengan potensi terbaik yang nantinya menjadi penems namanama besar tersebut, PB Djarum menerjunkan Tim Pencari Bakat yang dipimpin legenda bulutangkis lndonesia Christian Hadinata bersama sejumlah legenda dan pelatih PB Djarum seperti Antonius B Ariantho, Denny Kantono, Simbarsono, Ertanto Kumiawan, Ronald Sanduan Sipasulta, Lukman Hakim, serta Engga Setiawan.
Christian Hadinata mengungkapkan, Audisi Umum kali ini berbeda dengan Audisi Umum tahun lalu yang hanya melibatkan dua kategori usia.
“Tahun lalu, kami memakai dua kategon’ yaitu U11 dan U13 saja. Sementara pada Audisi Umum 2018 ini, kami memakai format tiga kategori usia yaitu U11, U 13, dan U15 dengan harapan supaya semakin banyak bibit-bibil bertalenta yang bisa kami saring dan kelak kami asah di PB Djarum, ” ujar Christian Hadinata.
Dengan mengusung format tiga kategori usia tersebut, animo peserta meningkat tajam. Pada tahun 2016, jumlah atlet muda yang mengikuti Audisi Umum sebanyak 483 orang. Lalu, di tahun 2017, angka ini meningkat menjadi 529 atlet cilik. Sedangkan pada tahun ini, hingga Jumat, 3 Agustus 2018 (data hingga pukul 14.00 WIB) tercatat sebanyak 510 peserta siap unjuk kemampuan dihadapan Tim Pencari Bakat. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah mengingat pendaftaran masih akan dibuka hingga malam hari.
Nantinya, ratusan peserta akan menjalani proses screening oleh Tim Pen , Sabtu, 4 Agustus 2018. Hasil screening ini akan menentukan siapa yang layak melalui
turnamen yang digelar selama dua hari yaitu pada Minggu, 5 Agustus 2018, hingga 6 Agustus 2018.
Peserta yang lolos fase turnamen akan mendapatkan Super Tiket untUk menuju ke babak Final Audisi yang digelar di Kudus, Jawa Tengah pada 7-9 September 2018. suapneg Tiket tidak hanya diberikan bagi mereka yang lolos turnamen saja, tapi Juga bagi peserta yang tidak lolos turnamen namun dianggap Tim Pencari bakat memiliki bakat yang mumpuni. (Kris)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here