Camat Panguragan Bungkam Soal Aparat Desa Berijazah Palsu

0
356

INAPOS, CIREBON,- Terbongkarnya penggunaan ijazah palsu di pemerintahan Desa Lemahtamba masih terus bergulir hingga Polres Kota (Polresta) Cirebon menetapkan tersangka terhadap enam orang yang terlibat.Berdasarkan data yang diterima redaksi beberapa waktu lalu, ke enam orang yang dilaporkan oleh H. Kusnan,S.H yaitu Nrs, Wtn, RH, Khld, Tsk dan Crt telah ditetapkan tersangka usai dilakukan gelar perkara pada 16 Desember 2020 lalu, walau belum dilakukan penahanan serta belum dilakukan pemecatan oleh Kepala Desa (Kades) Lemahtamba.

Dari penuturan seorang mantan Kades yang enggan dimediakan namanya menjelaskan bahwa Kades (Kuwu-red) harus segera memberhentikan aparat desa tersebut. “Jika telah ada penetapan tersangka dari kepolisian bahkan surat dari Kepala Dinas Pendidikan yang menyatakan bahwa ijazah paket C tersebut palsu bahkan tandatangan pun dipalsukan. Maka Kuwu harus segera memberhentikan aparat tersebut agar segera pula dihentikan dana yang mengalir kepada aparat desa tersebut (gajih-red),” tutur pria yang pernah menjabat Kuwu ini.

Ia menambahkan pula, Camat pun harus segera mengambil langkah. “Camat harus segera menegur Kuwu serta membuat rekomendasi kepada Inspektorat agar gajih aparat desa tersebut secepatnya dibekukan,” tambahnya.

Camat Panguragan sendiri masih bungkam ketika redaksi mencoba menanyakan tanggapan dan tindakan dirinya terhadap kasus ini.

Berikut redaksi mengajukan pertanyaan melalui pesan Whatsappnya pada Jum’at (8/1/2021). “Ijin konfirmasi.. apa tanggapan Pa Camat terhadap penetapan Tersangka aparat desa tersebut…? Sudahkah Pa Camat menegur Kades serta memberi peringatan…? Bagaimana tanggapan Pa Camat dengan masih bekerjanya para tersangka tersebut…?,”.

Namun sampai berita ini diturunkan Camat Panguragan masih bungkam.

Kusmin, aktivis dan pemerhati Cirebon saat dimintai tanggapan terhadap kasus ini menyampaikan bahwa Polresta Cirebon harus segera melakukan penangkapan. “Kuwu harus segera memecat dan bukti-bukti sudah cukup kuat untuk dilakukan penahanan terhadap para tersangka dan bisa pula membongkar sindikat ijazah palsu karena pemalsuan lebih dari seorang,” papar Kusmin, Jum’at (8/1/2021).

Redaksi pun mencoba menemui Kompol Kompol Rina Perwitasari, S.H, S.I.K sebagai Kasat Reskrim Polresta Cirebon pada Jum’at (8/1/2012). Namun Kompol Rina tidak ada diruangannya. (Cep’s/Andri Gondrong).