Cacatnya Paradikma Baru dalam Moralitas Pendidikan

0
300

Makna Pendidikan.
Dalam pembahasan kali ini, saya mencoba mengulas sedikit tentang Pendidikan dan orientasi dari pendidikan. Ketika kita berbicara tentang pendidikan maka akan ada banyak Aspek yang kemudian terlibat dalam proses tersebut karna pendidikan merupakan sarana sosial untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang dibangun atas kesadaran bukan paksaan atau tekanan.

Dalam konsep yang sederhana, pendidikan berarti Proses belajar mengajar yang diwariskan secara turun temurun pada setiap generasi untuk menumbuhkan nilai moralitas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Hal ini sangat penting sekali untuk dikaji karna berbicara pendidikan maka kita berbicara tentang proses belajar mengajar dan ketika berbicara proses belajar mengajar maka kita akan berbicara tentang Aspek pengetahuan dan Aspek Nilai atau moralitas, ini yang terkadang menjadi hal yang dianggap remeh oleh lembaga pendidikan kita bahkan seolah-olah tidak serius dalam melirik proses pendidikan, hal ini ditandai dengan peraturan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Pasal 80 Ayat 1 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang selalu digunakan sebagai tameng untuk menjerat guru yang mendidik muridnya dengan melakukan pemukulan atau mencubitan, ini bukan hal yang remeh karna Imbas dari tameng UU tersebut akan menekan psikis guru selaku orang yang diguguh dan ditiru dalam melakukan Transfer Nilai atau moralitas, karna kembali lagi pada esensi pendidikan yang mana pendidikan itu hadir untuk memanusiakan manusia, jika pendidikan tidak lagi memanusiakan manusia maka tidak perlu lagi ada proses pendidikan.

Maka dari itu, saya memintah kepada pemerintah dan orang tua agar mengklarifikasi masalah tersebut dengan pihak guru sebelum diajukan kejalur hukum.
Dengan adanya klarifikasi maka tidak ada pihak tersalahkan antara Guru maupun Orang tua murid. Hal ini demi Pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan kita.

Tak lupa juga saya sampaikan Esensi dan Orientasi Pendidikan.
Seperti yang dibahas diawal bahwa pendidikan punya dua esensi besar yang harus seiring sejalan dalam satu proses belajar mengajar, keduanya diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang saling memberikan sumbangsi pada keseimbangan esensi pendidikan, dua hal tersebut adalah Transfer Pengetahuan dan Transfer Nilai. Dalam proses pendidikan, tidak hanya fokus pada satu titik esensi saja karna akan mengalami kepincangan esensi bahkan orentasi. Transfer Pengetahuan berarti dalam proses belajar mengajar, hal yang dilakukan adalah memberikan pemahaman dan melakukan pengembangan pengetahuan untuk bisa menciptakan kreatifitas dan inovasi pada generasi yang akan datang karna didalam menciptakan sebuah peradaban yang maju dan kokoh maka harus dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam menganalisa kebutuhan dan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, hal ini bukan pekerjaan yang mudah tapi menjadi keharusan karna kebutuhan kemajuan dan peradaban.

Namun dalam proses pendidikan untuk menciptakan peradaban yang maju dan kokoh, tidak hanya transfer pengetahun yang diberikan namun lebih dari pada itu ada transfer Nilai atau moralitas untuk mendukung kemajuan peradaban.

Transfer Nilai atau Moralitas tersebut merupakan orientasi dasar sekaligus akhir dari proses pendidikan sehingga lembaga pendidikan tidak menjadi sarana pertarungan pengetahuan tanpa mempertimbangkan esensi Nilai atau Moralitas, ini yang kemudian agak mengalami pergeseran dalam proses pendidikan seolah-olah Nilai atau Moralitas menjadi hal yang tidak terlalu penting dalam membangun keutuhan peradaban sehingga tolak ukur moralitas menjadi salah penempatan.

Maka dalam proses pendidikan tidak boleh hanya mempertimbangkan atau mendahului esensi pengetahuan tapi esensi moralitas atau Nilai juga harus sangat diperhatikan karna itu yang kemudian disebut sebagai proses memanusiakan. Karena Iman (Moralitas) tanpa ilmu pengetahuan itu lumpuh dan Ilmu pengetahuan tanpa Iman (Moralitas) itu Buta.

Penulis
Sofyan Abubakar (Aktivis Pendidikan)