Bupati Kuningan Acep Purnama saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Zaenal 'Abidin. Inapos

KUNINGAN, – Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH.,MH bersama Pendiri dan Pengasuh PonPes Al-mutawally Drs KH Nunung Abdullah Dunun, meletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Zainal ‘Abidin Kampus II Pesantren Terpadu Kulliyatul Mu’allimin Al- Mutawally di Kampus II KMA Desa Patalagan Kecamatan Pancalang Kab. Kuningan, Rabu (7/9/22).

Bupati Kuningan Acep Purnama mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi serta mendukung pembangunan masjid tersebut.

Menurutnya, Momentum peletakan batu pertama Pembangunan Masjid “Zainal ‘Abidin” Kampus II Pesantren Terpadu Kulliyatul Mu’allimin Al- Mutawally perlu dimaknai sebagai peletakan “fondasi berpikir” dan “landasan pijak” untuk memulai langkah-langkah besar dan merealisasikan gagasan brilian demi pembangunan dan kesejahteraan umat.

“ Atas nama Pemerintah Daerah saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran pemerintahan Desa Patalagan, Panitia pembangunan Masjid “Zainal ‘Abidin”, penyelenggara, dan seluruh masyarakat desa patalagan atas kerja keras dan inisiasinya membangun mesjid ini, semoga dengan di bangunnya mesjid ini masyarakat desa patalagan dapat lebih mencintai dan memakmurkan masjid dengan melaksanakan sholat berjamaah serta kegiatan-kegiatan positif lainnya demi kemakmuran masjid,” ucap Bupati.

“saya menyambut baik dan mengapresiasi dengan semua kegiatan yang sudah dilakukan jajaran pengurus Pesantren Terpadu Kulliyatul Mu’allimin Al- Mutawally, mulai dari pembangunan Masjid, Pesantren hingga pembinaan kepada masyarakat mengenai pendidikan dalam bidang keagamaan,” imbuhnya.

Bupati Acep mengungkapkan, keberadaan pondok pesantren Pesantren Terpadu Kulliyatul Mu’allimin Al- Mutawally Kampus II ke depan dapat dijadikan sebagai sarana bagi para santriwan maupun santriwati dalam menimba ilmu, serta keberadaannya dapat menjadi sarana dan prasarana penunjang serta penyemangat belajar dalam memperdalam ilmu pendidikan Agama Islam.

Acep juga menjelaskan, eksistensi pondok pesantren telah menjadi model pendidikan modern, selain pengajaran ilmu pendidikan agama, pesantren juga memberikan pendidikan pada ilmu pengetahuan lainnya, seperti yang diajarkan pada sekolah umum lainnya.

“Sehingga sangatlah wajar jika setiap tahunnya banyak masyarakat yang menginginkan anaknya menuntut ilmu di pondok pesantren,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, pembangunan masjid yang pelaksanaanya baru akan dimulai, hendaknya dapat dijadikan sebagai sarana kegiatan kemasyarakatan dan tidak hanya menjadi sebatas ibadah sholat lima waktu saja, tetapi juga agar dapat untuk dijadikan kegiatan keagamaan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. (Kris)