Budi Santoso: Andi Arif Tukang Goreng Isu

0
14
Jakarta.- Nama politisi Partai Bulan Bintang dan ahli Hukum Tata Negera, Yusril Ihza Mahendra, kembali jadi sorotan publik.

Hal tersebut bermula dari pengajuan judicial review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Yusril Ihza Mahendra (YIM), yang ditunjuk menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Sekretaris Wilayah Partai Bulan Bintang (PBB) DKI Budi Santoso angkat bicara soal tudingan Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief (AA) lewat akun Twitternya yang menyebut YIM pendekar berwatak jahat mau mengakali hukum yang mirip tokoh antagonis drama serial radio.

“Memberi kesan, tidak usah ditanggapi serius karena yang bicara itu bukan pakar hukum atau ahli hukum bahkan yang bersangkutan pernah tersangkut hukum. Jadi korelasinya dimana ahli hukum disamakan dengan tokoh radio,” kata Budi dalam keterangan yang diterima, Senin (27/9/2021).

Budi mengatakan, penunjukkan YIM oleh pimpinan Partai Demokrat kubu Moeldoko melalui firma hukum miliknya adalah profesional.

“Saudara Andi Arief sepertinya disinyalur tengah Mabok bahkan Kebanyakan dengar cerita Radio dimasa kecilnya jadi imajinasinya tidak lebih adalah delusi belaka. Justru Andi Arief terlalu menyerang pribadi dari YIM sendiri sedangkan yang sedang dikerjakan oleh YIM adalah profesionalisme seorang pakar hukum tata negara yang menjalankan tugasnya selaku advokat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Pasal 5 ayat (1) UU No 18 tahun 2003 tentang Advokat, yang berbunyi Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan.

Dan dalam Pasal 15 Advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.

“Jadi jelas dengan apa yang sedang dijalankan oleh YIM itu profesionalisme sebagai Advokat dan juga pakar hukum. Kalau mau beragumentasi hukum, tempatnya ya di muka pengadilan. Bukan di medsos. Ini justru memperlihatkan paranoid dan konyol dari seorang Andi Arief yang tidak lebih sebagai tukang goreng isu,” kata Budi Santoso.