BerandaHeadlineBrigader 08 Cirebon Akan laporkan PT.PMA

Brigader 08 Cirebon Akan laporkan PT.PMA

Kabupaten Cirebon.- Pembangunan Makam Modern/Mewah di desa Patapan, kecamatan Beber dan berbatasan dengan desa Sampiran, kecamatan Talun, kabupaten Cirebon, masih terus dilakukan walau belum mengantongi ijin yang jelas. 

Warga Sampiran dan Dinas terkait pembangunan Makam Modern
Warga Sampiran dan Dinas terkait pembangunan Makam Modern

Kejelasan ijin pembangunan makam tersebut terungkap saat dengar pendapat antara warga yang diwakili oleh Brigader 08 Cabang Cirebon, DPRD Kabupaten Cirebon, Dinas – dinas terkait dan PT. Pagoda Mitra Abadi (PMA) selaku perusahaan pengelola pembangunan makam tersebut, pada Selasa minggu lalu.

Namun dalam pertemuan tersebut, PT. PMA tidak hadir tanpa alasan yang jelas hingga persoalan antara warga sekitar belum juga menemui titik temu.

Dari hasil pantauan Inapos, dalam pertemuan terserbut terungkap bahwa Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Perijinan, Yopie mengakui baru mengeluarkan ijin IMB Pagar dan belum mengeluarkan ijin lainnya.

Ketika pihak DPRD yang diwakili oleh Aan Setiawan mempertanyakan tentang alamat PT.PMA yang diduga palsu, pihak BPMPT mengakui tidak mengecek tentang alamat PT.PMA yang sebenarnya.

PT. PMA Siapkan Puluhan Juta Untuk Ijin Warga

Rosadi selaku RT (Kaos putih memegang kertas) memperlihatkan Surat Ijin Tetangga yang bernilai puluhan juta
Rosadi selaku RT (Kaos putih memegang kertas) memperlihatkan Surat Ijin Tetangga yang bernilai puluhan juta

Dalam pertemuan tersebut, terungkap pula bahwa PT.PMA yang diwakili oleh beberapa orang telah mempersiapkan uang puluhan juta untuk meminta tanda tangan Surat Pernyataan Izin Tetangga dari RT 01/RW 10, Desa Sampiran.

“Saat itu, malam – malam 2 orang perwakilkan PT. Pagoda (PMA) datang ke rumah saya untuk meminta tanda tangan izin warga dengan surat yang telah diberi materai untuk segera ditandatangani oleh saya selaku ketua RT 01 beserta uang sebesar Sepuluh juta. Namun semua saya tolak dan saya masih memegang surat yang telah bermaterai tersebut”, ungkap Rosadi dalam pertemuan tersebut sembari memperlihatkan suratnya.

Brigade 08 Akan Melaporkan PT.PMA

Kepada Inapos, Sekretaris Cabang Brigade 08 Cirebon mengungkapkan akan melaporkan PT. PMA terkait dugaan penyuapan terhadap Rosadi selaku RT.

“Kami segera akan melaporkan PT.PMA ke Polres Cirebon. Pengakuan Rosadi dalam pertemuan tadi merupakan temuan baru dan PT.PMA telah melakukan perbuatan melawan hukum. Selain itu pula, PT.PMA telah melanggar PP No.9 tahun 1987 tentang TPBU”, ungkap Irwan Firdaus, Lc.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PT.PMA belum memberikan jawaban saat di hubungi melalui telepon genggam Soni selaku Manajer Pemasaran PT.PMA.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments