JAKARTA – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman beri komentar terkait isu penggunaan jet pribadi oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang menggunakan jet pribadi saat ke Jambi menemui keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurut Boyamin, perwira polisi tidak wajar menumpangi jet pribadi untuk kepentingan personal.

“Tidak wajar karena, kan, anggaran polisi itu terbatas. Kalau anggaran pribadi rasanya juga susah. Harga sewanya (pulang-pergi, red) antara Rp 250 juga sampai Rp 500 juta,” kata Boyamin dalam keterangan persnya, Kamis (22/9).

Menurut Boyamin, penggunaan fasilitas private jet Brigjen Hendra ke Jambi itu bukan dalam rangka kedinasan.

“Saya yakin bukan tugas kepolisian yang resmi saat itu. Karena langsung berangkat itu. Karena disuruh memberi tahu. Kalau ini, saya yakin, sih, tidak dibiayai oleh anggaran kedinasan,” kata Boyamin.

Karena itu, dia menduga penggunaan fasilitas private jet itu masuk ke ranah dugaan gratifikasi.

“Kalau saya menduga itu gratifikasi, karena bisa saja menyewa murah dapat diskon, bahkan gratis atau dibayar belakangan. Itu saja sudah termasuk fasilitas,” ujar Boyamin.

Boyamin meminta Polri untuk mendalami siapa dalang di balik penyediaan private jet tersebut

“Tinggal mendalami saja, siapa yang bayar, siapa operatornya?” pungkas Boyamin.