INAPOS, BALI,- Menindaklanjuti informasi dari masyarakat, mengenai dugaan adanya pengiriman narkotika berupa Ganja dari Aceh ke Bali dengan pengirim atas nama DW, Pria (28 tahun) dan penerima atas nama JP, Pria ( 32 tahun ) dengan alamat Jl. Pandu Dalung, Team BNNP Bali melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Pada Senin, tanggal 6 November 2017 Team melakukan pengawasan terhadap pengiriman paket yang dicurigai tersebut dan pukul 16.40 Wita, paket diantarkan ke alamat sebuah rumah kos yang menandai satu dengan sekolah swasta. Pukul 18.45 Wita, datang seorang Pria ke Lobby Kantor sekolah swasta mengambil paket tersebut, sehingga Team Berantas segera mengamankan pria berinisial JP,” kata AKBP ketut Arta, Kabid Pemberantasan BNN Bali Di Denpasar, Rabu (8/11).

Menurutnya, petugas kemudian melakukan penggeledahan badan terhadap tersangka dan menemukan 1 (satu) buah toples plastik, berisi bumbu berupa bubuk berwarna kuning dan 8 (delapan) paket / bungkusan yang disembunyikan di dalam bumbu berupa serbuk berwarna kuning tersebut. Setelah paket/ bungkusan tersebut dibuka, didalamnya berisi tanaman daun kering diduga Ganja yang setelah ditimbang di Kantor BNNP Bali, diketahui memiliki berat total 965 (sembilan ratus enam puluh lima) gram Brutto.

“Kami membawa JP ke tempat tinggalnya, yakni di rumah kos dan melakukan penggeledahan, namun tidak ditemukan barang bukti apapun. Namun berdasarkan keterangan JP, bahwa penerima paket kiriman berisi Ganja tersebut sebenarnya adalah milik seseorang bernama RE dan akan diambil oleh RE di kamar kos JP. Adapun JP membantu RE dengan meminjamkan nama alamat tempat tinggalnya kepada RE untuk memesan dan menerima paket kiriman berisi ganja tersebut,” tutur Ketut.

Atas dasar informasi dari JP tersebut, petugas meminta JP untuk mengirimkan pesan melalui handphone kepada RE bahwa paket tersebut telah tiba dan saat itu petugas juga telah mengantongi ciri-ciri orang bernama RE dari JP.
Pada pukul 21.00 Wita datang seorang laki-laki, yakni RE, ke kamar kos JP dan petugas yang telah berada di dalam kamar segera mengamankan RE.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan badan/pakaian terhadap RE dan dari dalam tas kecil warna hitam yang saat itu dikenakan RE, petugas menemukan barang bukti 6 (enam) plastik klip berisi tanaman kering diduga Ganja yang setelah ditimbang di Kantor BNNP Bali, diketahui memiliki berat total 41,29 (empat puluh satu koma dua sembilan) gram Brutto, 1 (satu) pembungkus rokok merk Sampoerna yang didalamnya berisi 2 (dua) paket tanaman kering diduga Ganja yang memiliki berat total 6,65 (enam koma enam lima) gram Brutto.

“RE mengakui bahwa dia datang ke kamar kos JP adalah untuk mengambil paket kiriman berisi Ganja yang dikirimkan ke alamat tempat tinggal JP. Setelah ditunjukkan paket berupa toples plastik yang sebelumnya telah diambil oleh JP, RE kemudian mengambil paket tersebut dan mengakui bahwa benar paket tersebut adalah paket berisi Ganja yang sebenarnya ditujukan kepada RE,” terangnya.

Setelah RE mengambil paket tersebut dan mengakui bahwa benar paket tersebut adalah paket yang sebenarnya ditujukan kepadanya dan berisi Ganja, selanjutnya petugas mengamankan paket tersebut dari RE dan menunjukkan isinya kepada RE, yakni 8 (delapan) paket/bungkusan berisi tanaman kering diduga Ganja dengan berat total 965 (sembilan ratus enam puluh lima) gram Brutto.

Setelah menemukan dan mengamankan barang bukti pukul 21.30 Wita, petugas membawa RE ke tempat tinggalnya yang beralamat di Jl. Raya Padonan Badung, dan petugas melakukan penggeledahan di dalam kamar kos ER tersebut hingga menemukan dan mengamankan barang bukti narkotika yaitu 5 (lima) buah paket/bungkusan berisi tanaman kering diduga Ganja berat total 518,75 (lima ratus delapan belas koma tujuh lima) gram Brutto yang ditemukan dari dalam dus warna coklat yang terletak di dalam kamar mandi, tepatnya di atas siku-siku yang terpasang di dinding kamar mandi.
1 (satu) plastik klip dan 1 (satu) botol permen berisi tanaman kering diduga Ganja berat total 27,62 (dua puluh tujuh koma enam dua) gram Brutto yang ditemukan di rak pakaian.

“Setelah selesai melakukan penggeledahan di kamar kos RE, selanjutnya JP dan RE serta barang bukti dibawa ke kantor BNNP Bali guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Terhadap tersangka JP dan RE disangka melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (2) Atau Pasal 111 Ayat (2) UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika maksimal pidana seumur hidup atau mati,” pungkasnya.