0 2 min 6 tahun

BALI, INAPOS,- Potensi masyarakat khususnya Organisasi masyarakat mempunyai kekuatan strategis apabila digerakkan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Organisasi masyarakat dapat terjun ke masyarakat untuk memberi informasi melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan melakukan upaya-upaya untuk mencapai kebutuhan tersebut salah satunya dengan penyuluhan ke masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa menjadi narasumber dalam kegiatan Sarasehan bersama BNN Provinsi Bali dengan tema ‘Sambut Tahun Baru Dengan Gaya Hidup Baru Yang Positif dan Peduli Terhadap Bangsa Serta Bersih dari Narkoba’ bertempat di Mall Park 23, Tuban Badung, ada Hari Senin (22/01) pukul 18.00 wita dengan dihadiri oleh 100 orang warga Kuta yang terdiri dari Kepala Lingkungan serta ibu-ibu PKK Kuta.

Kegiatan sarasehan ini merupakan prakarsa dari Ormas Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Bali bekerjasama dengan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali, Kepala BNNP Bali memulai kegiatan sosialisasi dengan memutarkan tayangan-tayangan tentang bahaya narkoba kepada para peserta yang menonton tayangan-tayangan tersebut dengan antusias .
Pertanyaan di berikan peserta seputar tentang problem rumah tangga khususnya penanganan anak remaja saat ini, dimana orang tua sangat khawatir buah hati nya terkena narkoba.

“Peran orang tua khususnya ibu, menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, memahami kondisi psikologis anak, menjalin komunikasi antara orang tua dan anak, memberikan pengetahuan bahaya narkoba, membekali anak dengan iman dan takwa serta melakukan pengawasan secara aktif,” kata Ka BNNP Bali.

Sementara itu, Ketua FBN Bali, Agustinus Nahak, SH menjelaskan bahwa sejatinya kegiatanbela negara hendaknya dapat dilkukan oleh semua elemen masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing seperti, pegawai, karyawan swasta, pelajar maupun mahasiswa.

“Dengan tidak menggunakan narkoba adalah salah satu wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara,” tutur Agustinus. (red)