Bila Ada Pihak yang Akan Laporkan Anies, LBH-FSI Siap Hadapi

0
314

Inapos, Jakarta.- Dengan adanya polemik yang menyangkut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidatonya menggunakan istilah pribumi, menuai kontroversi baik yang tak setuju dan tak dikit pula yang setuju.

Menanggapi persoalan penyebutan kata pribumi, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Forum Syuhada Indonesia (LBH-FSI) Khoirul Amin, SH. berpendapat, bahwa penyebutan kata pribumi sangat tepat dalam konteks sejarah. Apalagi disaksikan rakyat Jakarta, yang dimana dalam sejarah tersebut mengulas soal penjajahan kolonialisme.

“saya telah membaca, mendengar juga melihat berita soal pidato tersebut secara seksama dan menurut saya tidak ada yang salah dan tidak ada sedikitpun unsur pidana dengan pidato tersebut,” kata Amin, Selasa (17/10/17).

Saat itu topiknya mengenai bagaimana pribumi dulu ditindas oleh penjajah. Saya pikir mereka yang menuduh Anies rasis mesti belajar sejarah. Padahal Bung Karno pernah berpesan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Dari kecil kita semua tau memang benar dahulu pribumi pernah dijajah oleh kolonialisme.

Lebih jauh Amin menyampaikan walaupun dalam Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang penghapusan kata pribumi. Saya berkeyakinan bahwa Anies sandi tidak melanggar, sebab itu konteks sejarah bukan untuk mengkotak-kotakan atapun mendeskriditkan pihak tertentu.

“Kalaupun ada yang melaporkan Anies, dalam pengucapan kata pribumi LBH-FSI siap untuk menjadi benteng sekaligus akan melaporkan balik para pelapor apabila itu terjadi. (Elwan)