BI Cirebon Sosialisasikan Penggunaan QRIS di Kalangan Pelajar

0
210

KOTA CIREBON.- Bank Indonesia sosialisasikan penggunaan QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standard di kalangan pelajar.

Kali ini KPwBI Cirebon menyapa ratusan siswa – siswi SMK BPK Penabur Kota Cirebon, Senin (9/3/20).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Bakti Artanta, mengenalkan apa itu QRIS, kemudahannya, cara penggunaannya, serta keuntungan ketika menggunakannya. Ratusan siswa yang baru mengenal apa itu QRIS, tampak antusias memperhatikan.

Dijelaskan Bakti, QRIS merupakan standarisasi pembayaran dengan menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia. Tujuannya agar proses transaksi yang dilakukan menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Dengan adanya QRIS, maka seluruh transaksi pembayaran yang menggunakan QR Code hanya memerlukan satu QR Code saja.

“Biasanya para milenial pakai Ovo, Dana, GoPay, dan lain-lain buat membayar. Tapi hanya dengan QRIS, maka semua itu bisa digunakan, asalkan ada saldonya,” katanya.

Penggunaan QRIS ini sangatlah efektif. Ketika melakukan pembayaran, sekali klik saja saldonya sudah masuk ke rekening. Sehingga, merchant tak perlu lagi bawa uang tunai.

“Transaksi ini sangat efektif dan efisien langsung ke rekening masing-masing,” tuturnya.

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi QRIS ini akan dilakukan dari tanggal 9 hingga 13 Maret 2020, yang meliputi di sekolah, kampus-kampus, pedagang pasar, bahkan hingga ke lingkungan Pemerintah Daerah di wilayah Ciayumajakuning. Puncaknya nanti di tanggal 14 dan 15 Maret 2020 di Grage City Mall.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan, Kemajuan teknologi tidak bisa terelakkan. Digitalisasi teknologi bisa digunakan untuk memudahkan hidup masyarakat.

 

“Saat ini, kita tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi,” katanya.

Di era digital ini, lanjut dia, berbagai terobosan dilakukan untuk memudahkan hidup manusia dengan menggunakan teknologi. Termasuk dengan pembayaran yang tadinya tunai kini mulai digalakkan pembayaran non tunai.

Yaitu menggunakan QRIS yang terkoneksi dengan berbagai pembayaran non tunai lainnya. “Ada banyak kelebihan jika melakukan pembayaran non tunai dibandingkan tunai,” ungkap Eti. Salah satunya keamanan. Untuk itu, Eti menyambut baik terobosan yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi bagi kemudahan hidup manusia.

Namun diakui Eti, belum semua masyarakat, termasuk di Kota Cirebon terbiasa menggunakan pembayaran non tunai. “Untuk itu, dibutuhkan sosialisasi. Sehingga sistem ini nantinya bisa diterima masyarakat,” tandasnya. (Kris)