Bersyukurlah Kita Bukan Kaum Yang Terkunci Hatinya

0
37

Penulis : M. Nigara (Wartawan Senior)

DUA orang sahabat saya bertanya hal yang sama, meski keduanya sangat berjauhan tempatnya. Yang satu di Bekasi dan satunya di Wina, Austria. “Mengapa orang tetap mau memilih petahana di pilpres 2019?” tanya keduanya.

Lalu, pertanyaan kedua juga sama dari keduanya. “Mengapa mereka mau ‘pasang badan’ membela petahana?”. Dan pertanyaan ketiga, bagaimana jika ada kecurangan? Tanda-tanda ke arah itu sangat jelas terlihat. Artinya, sang petahana akan melakukan segala cara atau bahasa kerennya _at all cost_ untuk mempertahankan kekuasaan.

Tentu saya tak mudah menjawab. Dan ketika saya katakan: “Bersyukurlah kita tidak masuk golongan mereka yang *hatinya terkunci*,” kata saya yang disambut dengan segerombolan tanya lainnya. Intinya, bagaimana saya bisa mengatakan bahwa hati kami tidak terkunci. “Apa ciri-ciri orang yang hatinya terkunci?” tanya keduanya


Komentar Anda?