BerandaNusantaraBersatunya Ormas Pribumi Inginkan Revolusi

Bersatunya Ormas Pribumi Inginkan Revolusi

Inapos, Jakarta.- Pribumi adalah setiap orang yang lahir di suatu tempat, wilayah atau negara, dan menetap di sana dengan status orisinal, asli atau tulen (indigenious) sebagai kelompok etnis yang diakui sebagai suku bangsa bukan pendatang dari negeri lainnya.

Puluhan Ormas yang bersepakat dalam kebangkitan Pribumi mendeklarasikan diri sebagai tujuan dasar Bersatu, Berdaulat dan Mandiri, bertempat di Gedung Joang 45, Jakarta, Sabtu (28/10/17).

Beberapa pimpinan Ormas hadir dalam acara memperingati Hari Sumpah Pemuda diantaranya ; Syarief (BIMA), Rijal (KOBAR), Jamran (AMJU), Eki Pitung (BRAJA), Eka Jaya (BJP), Yudi Syamhudi Suyuti (MRI), Diko Nugroho (FSI), Matrawi Alwi (Laskar GPK), Arif (PPMI), Daeng Luar Batang, KH. Hasri (GNPF/PA 212), Bastian (Geprindo), Dahlia Zein (APU-RI) dan lainnya.

Bastian P Simanjuntak sebagai Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) dalam pidatonya mengatakan, orang bule yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) mereka tetap kebangsaan Eropa, namun tetap ada pihak-pihak yang selalu ingin menyamaratakan antara bangsa dan warga negara, itu juga harus kita lawan saudara-saudara.

“Kita punya dasar sejarah yang tidak bisa kita lupakan begitu saja, kemudian dalam gerakan organisasi saya (Geprindo) mempunyai motto yaitu Bergerak, Bersatu, Bangkit dan Menang. Beberapa waktu sebelumnya banyak sekali organisasi-organisasi Pribumi walaupun tidak memakai kata Pribumi namun ruhnya itu ruh Pribumi, seperti yang ada sekarang ini,” kata Bastian.

Dan pada hari ini kita bertekad untuk bersatu, tentu yang menjadi harapan kita semua kita bersatu benar-benar bersatu. Artinya tidak ada lagi hal-hal yang membuat kita saling curiga, kita bersatu agar kebangkitan kita ini mempunyai power yang besar.

Tanpa persatuan tentunya kita tidak mempunyai kekuatan yang besar, karena kita tahu bahwa musuh kita ini pihak-pihak yang memiliki modal kuat, yang tidak menginginkan dikotomi Pribumi dan non-Pribumi.

Saya sangat beraharap, sambung Bastian, “ini dapat membangun kebersamaan, kita kesampingkan dulu pragmatisme organisasi kita, kita kedepankan ideologi juga luruskan sejarah republik Indonesia adalah bahwa republik Indonesia untuk orang Indonesia yaitu Pribumi Indonesia,” tegasnya.

Mudah-mudahan ditahun 2019 nanti ada pergantian rezim, sekarang yang berkuasa saat ini ialah rezim cukong, 2019 nanti kita ganti dengan rezim Pribumi.

Dikesempatan yang sama Dahlia Zein sebagai Ketua Umum Advokat Peduli Ulama Republik Indonesia (APU-RI) juga berpidato ia menuturkan bahwasannya, hukum yang terjadi sekarang sangat tidak sesuai dengan apa yang kita dapati sewaktu kuliah dulu, saya menyatakan disini kecewa dengan apa yang dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam pidatonya tentang Komunis.

Foto : Dahlia Zein saat berpidato dalam acara Kebangkitan Pribumi di Gedung Joang 45.

“Saya kecewa seorang Mendagri menyatakan bahwa Komunis Indonesia dibebaskan untuk di Indonesia, apa gunanya tujuh Pahlawan Revolusi. Mereka rela bertumpah darah mempertahankan NKRI, apa kita diam saja pemuda,” ucap Dahlia.

Dalam pidatonya, Dahlia juga menanyakan kepada seluruh Ormas yang hadir ia bertanya, “kita mau revolusi atau diam?, dengan penuh semangat para Ormas pun menjawab ‘revolusi’, kemudian Dahlia menyampaikan revolusi solusi itu yang terbaik,” tutupnya. (Elwan)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments