0 2 min 6 tahun

KUNINGAN, – Bendungan Kuningan yang menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCimanCis) saat ini tengah di genjot penyelesaiannya.

Pembangunan bendungan dengan anggaran konstruksi sebesar Rp 464 miliar dan daya tampung 25 juta m3 ini digadang-gadang akan selesai pada 2018 ini.

Kepala Balai BBWS Cimanuk Cisanggarung Bob Arthur Lambogia mengatakan, Bendungan Kuningan akan jadi sumber irigasi terbaru. Karena bisa mengairi wilayah Cileuweung seluas 1.000 hektar dan Daerah Irigasi Jangkelok seluas 2.000 hektar.

Bob juga menyebut manfaat lainnya bagi untuk pengendalian banjir karena bisa menampung air baku 300 liter/detik. Selain itu Bendungan Kuningan memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 535 KW.

“Progres fisik bendungan ini sudah mencapai 62 persen selesai di 2018,” ujar Bob kepada media beberapa waktu lalu seperti dilansir tribunnews.com pada Oktober 2017 lalu.

Namun berdasarkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, Bendung Kuningan tidak akan sesuai target.

“Apa yang disampaikan Kepala BBWSCimanCis tersebut hanya isapan jempol belaka. Pembangunan bendungan ini kembali diperpanjang hingga 2019 dan saya tidak yakin 2019 pun akan selesai,” ungkap sumber yang tak ingin namanya dimediakan pada Senin (09/04/2018) saat berbincang diseputar area pembangunan bendungan tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi media ini, masih pula terjadi beberapa rembesan air pada dinding bendungan.

Saat media ini hendak melakukan liputan ke dalam proyek pembangunan pun, pihak pengelola tidak memperbolehkan wartawan memasuki area proyek tersebut dan terkesan pembangunan yang menggunakan anggaran negara tersebut dirahasiakan.

Bahkan ada Ormas tertentu yang ikut menjaga pembangunan Bendungan Kuningan itu.

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapannya. (Cep’s/Kris)