Belum Terima Gaji 9 Bulan, Pegawai Honor Samsat Ternate Ancam Mogok Kerja

0
357

TERNATE – Akibat tidak terima gaji selama 9 bulan, tenaga honor UPTB Samsat Kota Ternate mengancam akan melakukan aksi mogok kerja secara massal.

 

Salah satu tenaga honor UPTB Samsat yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan Selasa (13/11/2018) mengatakan, jika dua bulan kedepan gaji kami tidak dibayar, maka kami akan melakukan mogok kerja sebab kami juga manusia butuh makan dan minum.

Menurutnya, jumlah pegawai tenaga honor yang belum menerima gaji honor sebanyak 48 orang, untuk gaji honor per orang Rp 1.500 juta. “Gaji yang kami terima per bulan sebesar Rp 1.500 juta namun  hingga kini selama 9 bulan kami belum menerima honor,” katanya dengan keluhan.

Kami meminta agar gaji honor segera dibayarkan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga memperlancar aktivitas kantor.

Sementara Kepala UPTB Samsat Kota Ternate Saleh Kader  saat dikonfimasi atas masalah tersebut menanganggapi bahwa keluhan Pegawai honor itu dirinya tidak bisa berbuat banyak, sebab proses pembayaran harus dari kantor induk.

“Bayar gaji honor tergantung keuangan dari kantor Induk dalam hal ini BPKPAD Provinsi Malut, saya sudah berusaha komunikasi ke kantor induk, namun tidak ada jawaban, Gaji sembilan bulan belum dibayar itu seandainya manusia sudah bunting dan akan melahirkan,  jadi saya juga rasa perhatin atas masalah yang mereka alami,” ujar kepala UPTB Samsat Ternate.

Ia menjelaskan, persoalan pembayaran gaji honor semuanya lewat BPKPAD Provinsi Malut, untuk penghambatan pembayaran gaji honor bukan hanya terjadi di UPTB Samsat Ternate, namun masalah tersebut terjadi di sepuluh kabupaten Kota di Provinsi Malut.

“Saya tidak bisa berbuat apa apa,
Bukan hanya honor pegawai tapi listik di kantor juga belum di bayar karna kondisi keuangan lemah, jadi kami ambil jalan alternatif khusus dengan meminjam uang salah satu pegawai untuk membayar lampu listrik,” katanya.

“Kami sudh menyurat terkait dengan kondisi kritis di Kantor namun tidak diindahkan, mereka tidak ada reapon, Meraka hanya jawab menunggu perubahan anggaran, padahal kebutuhan kantor sangat banyak,” katanya lagi.

Terpisah, Kepala BPKPAD Provinsi Malut Bambang saat dikonfirmasi melalui via Heandpone tidak menjawab, disusul pesan singkat pun tidak dibalas, sampai berita ini diturunkan. (min)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here