Bawaslu Putuskan Dave Laksono Terbukti Lakukan Pelanggaran Administratif Pemilu

0
148

KABUPATEN CIREBON.- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cirebon menggelar Sidang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum Tahun 2019, Selasa (21/1).

Sidang tersebut terkait agenda putusan terhadap dugaan pelanggaran administratif pemilu terhadap Calon Anggota Legislatif DPR RI nomor urut 1 dari Partai Golkar yakni, Dave Akbarsyah Fikarno.
Sidang yang dihadiri seluruh komisioner Bawaslu Kabupaten Cirebon tersebut, menyatakan bahwa Dave Akbarsyah Fikarno terbukti secara sah melakukan dugaan pelanggaran administratif pemilu 2019.
Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon Abdul Khoir mengatakan, berdasarkan bukti, keterangan pelapor dan terlapor ditambah keterangan saksi dan ahli dan serangkaian sidang administratif ini melalui mekanisme majelis pemeriksa menghasilkan tiga putusan.
“Pertama, kami menyampaikan menyatakan bahwa terlapor terbukti secara sah telah melanggar mekanisme prosedur dan tata cara atau melanggar administratif. Kedua, memerintahkan kepada Dave Akbarsyah Fikarno untuk melakukan administrasi pemilu yakni setiap mengadakan kampanye dia harus melakukan STTP. Dan yang terakhir memerintahkan KPU untuk memberikan teguran tertulis kepada Dave Akbarsyah Fikarno dalam rangka perbaikan mekanisme tata cara dalam kampanye,” ujar Abdul Khoir kepada awak media usai pembacaan putusan tersebut.
Abdul Khoir menjelaskan, jika kronologis kejadian dugaan pelanggaran administratif tersebut terjadi pada tanggal 20 Desember 2018, saat Dave melakukan pertemuan di Desa Bunder lokasi dirumah dan dihalaman rumah Abdul Muis salah seorang pengurus Partai Golkar ada tenda yang dipasang dan bahan kampanye berupa kalender dan kerudung dibawa oleh ketua pengurus Kecamatan partai Golkar kerumah pertemuan tersebut.
“Dari bukti bukti foto dan kegiatan yang kita lihat dan diperiksa. Dave memandang kerumunan masa artinya memang itu bentuk kampanye dan disitu memakai mikrofon dan diakui beberapa saksi di video menemukan ibu-ibu sedang menggunakan kalender sebagai penutup kepala kalender, dan itu memang sudah disebarkan waktu kegiatan tersebut,” jelas Abdul Khoir. (Alfan)


Komentar Anda?