Bareskrim Tolak Laporan Eggi, Kuasa Hukum Akan Datangi Propam Polri

0
422

Inapos, Jakarta.- tim Pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadoni Nasution, Elidanetti bersama beberapa relawan yang mengatasnamakan Barisan Emak-emak Militan (BEM) melaporkan anggota tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yaitu Farhat Abbas ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat.

“Kami dari kuasa hukum Eggi Sudjana. Hari ini kita melaporkan Farhat Abbas,” kata Pitra di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (08/10/18).

Farhat dilaporkan karena diduga mencemarkan nama baik, Pitra menjelaskan pihaknya melaporkan Farhat ke polisi karena dia dinilai telah mencemarkan nama baik, dengan melaporkan 17 orang terkait drama kebohongan Ratna Sarumpaet.

“Kita melaporkan Farhat Abbas karena telah mencemarkan nama baik klien kami Eggi Sudjana,” ujarnya.

Laporan Farhat menimbulkan fitnah, Menurut Pitra, 17 orang yang dilaporkan Farhat adalah fitnah, karena menuding kliennya yang masuk dalam daftar 17 orang yang dilaporkan.

“Kita ketahui tuduhan-tuduhan terhadap Eggi Sudjana ini menimbulkan suatu fitnah bagi klien kami. Dalam hal ini, kami yang melihat dari berbagai media bahwasanya Farhat telah menuding adanya konspirasi, mufakat, jahat, dan fitnah yang dilakukan oleh 17 orang dalam laporan Farhat,” kata dia.

Namun, laporan aktivis 212 itu ditolak Bareskrim. Pitra pun kecewa. Ia ingin Kapolri turun tangan mengevaluasi kinerja jajarannya itu.

“Kami sangat kecewa sekali dengan tindakan daripada aparat kepolisian. Hari ini (laporan-red) ditolak, kami sangat kecewa,” tukas Pitra.

Elidanetti yang juga tim kuasa hukum Eggi Sudjana mengatakan hal yang sama, kami sangat kecewa dengan ditolaknya laporan kami terhadap Farhat Abbas yang merugikan dan memfitnah klien kami. Kami menganggap Kapolri gagal dalam menerapkan ‘Tribrata’ yaitu melayani, mengayomi dan melindungi.

Tidak diterima laporannya, Eli menjelaskan, katanya harus menunggu Farhat Abbas selesai Penyidikan. Padahal, itu kan proses Pengadilan, mengapa kami harus menunggu proses Pengadilan. “Kami kan disini pihak yang dirugikan, kami di oper ke Kasubdit I yang berada di atas kemudian kami disuruh turun lagi sampai di bawah Pelayanan Sentral, mereka bilang tidak diterima. Ini kan hak semua di mata hukum,” tegas Eli.

Pitra yang merasa sangat kecewa menilai, ada apa dibalik ini semua. Apakah ada intimidasi ataupun tindakan-tindakan dari atas ke bawah untuk tidak menerima laporan ini, sehingga membuat kita dilematis di negara hukum. Hukum ini dibuat untuk siapa,? tanyanya.

“Apakah untuk penguasa atau hanya untuk membunuh rakyat yang lemah, kita tidak diterima dengan alasan yang tidak mendasar,” bebernya.

Mereka juga berencana pada Selasa (09/10) hari ini, akan ke Div. Propam Polri untuk mengadukan atas penolakan oleh Bareskrim. (El)