Banyak yang Berebut Kursi, PIB Kuatkan Jokowi

0
440

Jakarta.- Relawan yang menamakan diri Pilar Indonesia Bersatu (PIB) menggelar rapat sekaligus syukuran sekretariat, rapat yang dihadiri dari Ardiansyah Saragih, Ketua Umum Sahabat Muslim Jokowi-Ma’ruf Amin (SM Jamin), Arief Ikhsan, Ketua Umum Forum Indonesia Satu (FIS) serta para pengurus PIB lainnya.

Rapat yang digelar membahas tentang seputar PIB kedepan, dalam mengawal kebijakan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf, yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019).

Wakil Ketua Umum PIB Leonardo Sihombing mengatakan, kedepan kita akan bekerjasama pemerintah dalam mengawal kebijakannya. Seperti beberapa waktu lalu kita telah mengadvokasi masyarakat Lampung yang belum menerima dari pengembang terkait pembebasan lahan yang diperuntukkan jalan tol.

“Kita coba memediasi antara rakyat dan pemerintah dalam hal ini mengenai belum dibayarnya hak-hak mereka, seluruhnya sekitar 250 KK. Minggu yang lalu kita telah bawa masyarakat Lampung Selatan ke Kantor Staf Presiden (KSP),” ucap Leo.

Dari pihak KSP, lanjut Leo, berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. Jadi hal-hal seperti itulah kedepannya yang akan PIB lakukan. Jadi permasalahan yang ada di daerah-daerah itulah yang nantinya kita akan advokasikan.

Ambar selaku Ketua Umum PIB menyatakan, dengan banyaknya relawan yang hendak memperebutkan kursi jabatan, hal itu tidak berlaku untuk PIB.

“Meski kami telah berjuang dari 2014 dan jelas tidak pernah mengemis, kok justru mereka yang tak berkeringat,” tukas Ambar.

PIB berharap Jokowi memanggilnya, kami hanya ingin satu yaitu pak Jokowi memanggil dan mengucapkan terimakasih. Sebab kami berjuang sampai berdarah-darah, kami juga setiap kegiatan apapun selalu memakai anggaran sendiri tanpa ada sponsor.

“Kami juga sudah menyerahkan dokukentasi kegiatan kepada pihak Istana, dalam rapat ini juga akan membuat konsep menyurati serta memberikan bukti bahwa kami bekerja dari 2014,” tandasnya.

PIB juga menyinggung Tim Kemenangan Nasional (TKN), yang menurutnya hanya menerima uang saja tapi kurang kinerjanya, yang bekerja itu relawan. Begitupun Partai Politik (Parpol) mereka tidak bekerja, bahkan masyarakat tidak percaya dengan Parpol.

Dalam pengakuannya Ambar menceritakan, “sewaktu saya door to door masyarakat menanyakan apakah dari salah satu partai atau bukan. Saya bilang saya relawan (rela dan melawan-red), dan itu saya alami di berbagai daerah,” imbuhnya. (Elwan)