Banyak Memakan Korban dan Kerusakan, GPI Jakarta Raya Pilih Diskusi Dibanding Aksi

0
157

Jakarta.- Kepolisian menegaskan, tidak mengeluarkan surat izin terkait unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang rencananya digelar bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, besok. Alasannya karena masih pandemi Covid-19.

“Selama masih dalam situasi bahaya Covid-19, kita tidak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP),” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (19/10/2020).

Menanggapi hal itu, Ketua GPI Jakarta Raya Rahmat Himran mengapresiasi atas kebijakan Polda Metro Jaya. Dirinya menyatakan, melihat aksi-aksi sebelumnya yang dimana banyak menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan juga banyaknya korban yang terkena gas air mata.

“Untuk itu, kami pengurus GPI Jakarta Raya lebih memilih untuk menggelar diskusi dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi-Amin yang bertepatan satu tahun kepemerintahannya. Namun tetap kita melakukan kontrol melalui diskusi ini, dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang memang berkapasitas dalam mengupas isi dari UU Omnibus Law,” kata Rahmat.

Menurutnya, tidak semua yang dilakukan dengan cara anarkis dapat terselesaikan, justru itu akan memakan banyak korban. “Demi menjaga ketertiban umum, terlebih saat ini masih dalam masa transisi. Maka kami menyuarakannya melalui diskusi,” pungkasnya. (El)