Bantuan Sembako untuk Mahasiswa Asal 3T dan Panti Asuhan Terdampak Covid-19

0
95

JAKARTA.- Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Sinar Mas Land menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa dari daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang menempuh pendidikan serta panti asuhan terdampak Covid-19 di DKI Jakarta. 

“Ini bukti peran corporate social responsibility, termasuk mahasiswa dari wilayah 3T di Indonesia yang saat ini sedang belajar di Jakarta, tentu mereka mengalami kesulitan dan ini pasti memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka selama ini (pandemi Covid-19),” tutur Menteri Kominfo Johnny G. Plate usai menyerahkan bantuan di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (8/6/20).

Pemberian bantuan secara simbolis kepada mahasiswa diberikan langsung oleh Menteri Kominfo , sedangkan bantuan untuk panti asuhan Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri diberikan oleh Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Menteri Johnny mengatakan, selama pandemi Covid-19, mahasiswa dari wilayah 3T yang terdampak juga tidak bisa kembali ke kampung halamannya, dan aktifitas perkuliahan yang dibatasi, mengingat harus menjalankan aturan PSBB.

“Tapi dengan ini (bantuan sembako dari Kominfo dan Sinar Mas Land), setidaknya kebutuhan dasar mereka diberikan bantuan,” ujarnya.

Selain mahasiswa, panti asuhan yang juga terdampak Covid-19 mendapatkan bantuan sembako tersebut. Menurut Menteri Kominfo hal itu selaras dengan  konstitusi, pasal 34 UUD 1945 panti asuhan menjadi kewajiban negara.

“Ada pasal 34 yang mengatur di mana negara harus memberikan bantuan kepada fakir miskin. Tapi ternyata tidak saja oleh negara, tapi Sinar Mas Land juga menaruh perhatian yang begitu tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Johnny juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Sinar Mas Land, yang telah bekerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa 3T dan panti asuhan terdampak Covid-19.

“Yang pasti apa yang kita berikan dan berbagi, prinsip-prinsip subsidiaritas dan subsidi dari banyak keyakinan dan keagamaan, pasti mendapat imbalan yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa, dan untuk itu kita doakan,” tutupnya.

Sejumlah mahasiswa hadiri penyerahan bantuan dengan menggunakan pakaian adat daerahnya masing-masing sebagai simbol kebersamaan, mereka diantaranya berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku, Sulawesi Selatan, Bali dan sejumlah daerah lain. (Red/Kominfo)