Rabu, Juni 19, 2024

Bang Japar : Jasriadi dan Asma Dewi Bukan Kelompok Saracen

Date:

Share post:

Inapos, Jakarta.- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menegaskan, dua kliennya Jasriadi dan Asma Dewi tidak terlibat dengan sindikat penyebar kebencian yang dinamai Saracen. Bahkan kedua kliennya tersebut diperiksa pihak kepolisan bukan mengenai Saracen.

Wakil Direktur Bang Japar, Irfan Iskandar mengatakan, Jasriadi dan Asma Dewi yang merupakan klien mereka ditangkap oleh kepolisian bukan karena Saracen.

Menurutnya, terlalu dini jika publik langsung menganggap Jasriadi dan Asma Dewi terlibat dengan kelompok bayaran penyebar hate speech tersebut.

“Jasriyadi dan AD (Asma Dewi) merupakan klien LBH Bang Japar. Jasriyadi ditetapkan sebagai tersangka bukan karena Saracen dan tidak ada hubungannya dengan Saracen,” jelas Irfan saat jumpa pers di Mako Bang Japar, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (13/09/17) malam.

Menurut Irfan, Jasriadi dan Asma Dewi ditahan atas dasar pelanggaran karena melakukan ilegal access ke komputer orang lain, seperti yang diatur dalam Pasal 30 ayat 1 dan 2 UU ITE.

“Sampai saat ini, dia ditahan bukan karena Pasal 28 ayat 2 UU ITE seperti yang diberitakan. Tapi (ditahan) karena pasal 30 ayat 1 dan ayat 2. Ayat 1 mengenai masuk secara ilegal ke komputer orang dan ayat 2 (mengambil informasi dari akun tersebut). Perbuatannya kepada seorang perempuan yang di Jawa Barat itu,” jelas Irfan.

Irfan mengatakan, polisi belum memiliki bukti cukup untuk menjerat Jasriadi sebagai pelaku hate speech. “Lalu di mana kaitannya dengan Saracen, beliau ditetapkan tersangka bukan sebagai penyebar Saracen, tetapi karena ilegal access,” sambungnya.

Sementara Asma Dewi, kata Irfan, sampai saat ini ditahan karena Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang hate speech, Pasal 16 jo Pasal 1 UU anti diskriminasi ras dan etnis, Pasal 207 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan terhadap penguasa, dan Pasal 208 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Menurutnya, “dari pasal-pasal di atas kami melihat tidak ada kaitannya dengan Saracen. Dimana kaitannya? kami tidak menemukan kaitannya,” tanya Irfan.

“Saracen itu adalah sebuah komplotan penyebar berita hoax dan massive, secara banyak. Kaitannya dengan Jasriadi dan AD tidak ada dan kita tidak tahu,” jelasnya.

Dia meminta media massa untuk tak mengaitkan Jasriadi dan Asma Dewi dengan Saracen. Sebab, pasal yang ditetapkan keduanya tak berkaitan dengan Saracen.

Kemudian, “Fahira Idris bukan membesuk bendahara Saracen, tetapi membesuk AD,” tegas Irfan.

Irfan mengatakan, apabila dalam penyidikan ditemukan fakta baru yang menyangkut klien mereka sebaiknya diklarifikasi dulu pada Bang Japar sebagai kuasa hukum.

“Saat ini kami tidak akan mengambil langkah hukum, tetapi ke depannya apabila terus berlangsung kesalahpahaman seperti ini, kami akan mengambil langkah hukum,” tutur Wakil Direktur Bang Japar. (Elwan)

spot_img

Related articles

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polda Metro Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda

JAKARTA.- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, S.I.K. pimpin Upacara Pembukaan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024...

Pertamina RU VI Balongan Tebar 132 Hewan Kurban, Bantu Masyarakat Sekitar Merayakan Iduladha

BALONGAN.- Dalam rangka merayakan Idul Adha 1445 H, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan kembali...

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

JAKARTA.- Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu dengan barang bukti senilai Rp 22 miliar di...

Rutan Cirebon Rayakan Iduladha 1445 H dengan Berbagai Kegiatan dan Pembagian Daging Kurban

KOTA CIREBON.- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon melaksanakan perayaan Idul Adha 1445 H pada 10 Zulhijah...