Balai Cimanuk Akui Kontrak BK Sampai 2019

0
299

CIREBON,- Pembangunan Bendung Kuningan (BK) yang disoal beberapa waktu lalu, akhirnya dijawab pihak penanggungjawab proyek pembangunan bendungan tersebut.Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCimanCis) mengakui bahwa pembangunan BK yang berada di desa Cileuweung, kecamatan Cibingbin, kabupaten Kuningan ini kontraktualnya sampai 2019.

Baca Sebelumnya : Doni : Bendung Kuningan Tidak Akan Selesai 2020

“Betul, bahwa kontraktual BK sampai Mei 2019. Namun karena progres pengerjaan BK secara keseluruhan sampai saat ini 83 %, namun progres fisik telah mencapai 79 % mudah-mudahan tahun ini sudah bisa diselesaikan,” papar Cakra Sose Putra. Amd selaku Pelaksana Tehnik (Peltek) pembangunan BK, Minggu lalu kepada Inapos.

Peltek yang baru menjabat 2 bulan ini melanjutkan, dirinya mengakui belum memahami secara detil terkait mega proyek ini.

“Tapi maaf, saya tidak bisa menjelaskan detilnya karena saya baru saja menjabat sekitar Tiga bulan,” akunya.

Ketika ditanyakan bagaimana terkait informasi bahwa masih adanya rembesan dan terjadi longsor di beberapa bagian juga pembebasan lahan yang belum juga selesai, Ia memaparkan bahwa semua sedang ditangani.

“Rembesan sudah diperbaiki, longsor terjadi karena intensitas hujan yang tinggi. Terkait longsor karena faktor alam,” jawab pria yang sebelumnya menjabat staff di Bendungan Jatigede ini.

Cakra meneruskan, saat ini pekerjaan sedang fokus pada penimbunan.

“Namun karena cuaca jika hujan, pekerjaan penimbunan berhenti dulu. pengerjaan terowongan pengalih sepanjang 200 m telah selesai. Namun kami masih terkendala pada jalan inpeksi karena masih menunggu rekomendasi dari Kanwil,” tutup Cakra.

Namun berdasarkan informasi didapat dari sumber yang bisa dipercaya, bahwa pengerjaan proyek tersebut sangat nihil jika selesai pada tahun 2019.

“Jika selesai cukup dalam hal pengisian air, bendung tersebut betul bisa diisi pada 2019 yang akan datang. Namun jika selesai secara keseluruhan, sangat nihil sekali akan bisa selesai keseluruhan karena masih banyak item-item pekerjaan yang belum selesai,” jelas sumber yang tidak ingin dimediakan namanya.

Sumber tersebut menyatakan pula, bahwa ada pengerjaan bronjong yang sangat tidak sesuai. (Cep’s)