0 2 min 7 tahun

BANDUNG.- Dana APBN yang mencapai 2000 Trilyun setiap tahunya menjadi sorotan oleh Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA.

Ternyata sejak dua tahun belakangan ini, hasil penilaian opini BPK diserahkan kepada Akuntan Publik.

BPK setiap hari menyelesaikan 800 opini dari 87 Kementrian, 87 Pemerintahan Daerah dan 542 BUMD.

Kedepan kepada semua internal auditor sering-sering duduk bersama, quality control, perbanyak silaturahmi sehingga apa yang menjadi tujuan penggunaan uang bisa tercapai.

Bahrullah Akbar menambahkan kita mengenal fungsi management, organisasi, controlling namun saat ini BPK adalah auditor eksternal padahal disetiap lembaga atau instansi ada auditornya masing-masing tapi masih saja sering terjadi kecolongan.

DPR sendiri disinggung oleh Wakil Ketua BPK ini, tugas DPR adalah Legislasi, Pengawasan dan Budjet, seharusnya bisa mengawasi gerakan-gerakan anggotanya.

Bahrullah Akbar juga sangat merasa malu dan ingin menutup mata dengan tangan saat bertemu orang lain, karena saat ini BPK tengah kena musibah karena fungsi kontrol kami masih ada celah untuk berbuat yang tidak senonoh, ini suatu tekanan tetapi juga suatu kesempatan untuk perbaikan.

Momentum di acara Konferensi Nasional The Institute Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) di Bandung yang berlangsung dari tanggal 10-11 Oktober 2017, Bahrullah Akbar mengajak dari 500 orang yang hadir bisa memberikan masukan untuk institusi BPK agar lebih kuat.

Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk BPK bisa masuk level 3 tahun depan, kita dorong dan kita Koordinasikan tutup wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar. (Red)