Bagus Askara : Maknai Catur Berata Penyepian Dengan Hati Tulus

0
219

BALI, INAPOS – Sebagai umat Hindu dalam memaknai Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941 hendaknya dibarengi dengan niat dan hati yangbtulus dalam menjalaninya. Apalagi di Hari Raya Nyepi kita sebut dengan namanya Catur Brata Penyepian yakni harus mampu menjalani empat pantangan seperti Amati Geni (tidak boleh menyalahkan api/lampu), Amati Karya (tidak boleh bekerja/malakukan berbagai aktivitas), Amati Lelanguan (tidak boleh melakukan kesenangan/menghibur diri dengan judi, bersinah, dan lainya), dan Amati Lelungaan ( tidak boleh berpergian kemana-mana). Hal tersebut dikatakan oleh Ida Bagus Askara Sugiarta yang akrab disapa Bagus Askara, Selasa (6/3).

Catur Brata Penyepian mulai dilaksankan pada pukul 06.00 Wita sampai 18.00 Wita yang di mulai pada Hari Kamis 7 Maret 2019 yakni bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941. “Sebelum itu, seluruh umat Hindu di Bali, khususnya masyarakat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan upacara melasti di Pantai Padang Galak yangbsudah dinulai pada tanggal 3 sampai 4 Maret 2019, dan pada tanggal 6 Maret 2019 dilaksanakan upacara pengerupukan,” terang calon legeslatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dapil Denpasar Utara dari Partai NasDem nomor urut 12.

Kemudian, Bagus Askara menambahkan bila kita dengan sungguh-sungguh menjalankan Catur Brata Penyepian, nantinya ada nilai positig yang akan bisa kita dapatkan. “Kita sebagai umat Hindu wajib hukumnya untuk menjalankan setiap aturan yang terdapat di dalam Catur Brata Penyepian. Sebenarnya Ida Shang Hyang Widhi Wasa menguji umatnya. Sekuat apa imannya dalam menjalankan Catur Brata Penyepian,” tambahhya.

Bahkan, kita itu diingatkan dan diharapkan untuk mengaplikasikan esensi-esensi luhur untuk menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.(red)


Komentar Anda?