Azwan Merasa Dizolimi, Ini Jawaban Panitia Pilkades Lenggang

0
355

INAPOS, Babel – Bergulirnya kabar pernyataan Aswan dizolimi terkait pencalonannya sebagai kandidat Bakal calon kepala Desa lenggang, Telah memaksa ketua panitia penyelengara Pilkades Desa lenggang Bersama ketua BPD untuk Angkat Bicara.

Ketua panitia Pilkades Desa lenggang, Sukirman menjawab, atas nama kelembagaan sudah melakukan kerja sebagai panitia pilkades sudah sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada.

“Pendaftaran kami buka dari tanggal 13 hingga 23 Januari 2020, pukul 23.00. Yang mana, semua calon diberikan persyaratan sama, tidak ada yang diistimewakan, sehingga dari lima pelamar yang lainnya tidak ada kendala,” jelas Sukirman kepada inapos.com, Minggu (9/2/2020).

Namun, lanjut Sukirman, untuk persoalan Azwan, waktu penyerahan Berkas ditanggal 23 Januari 2020 yang lalu, tidak dapat menunjukan surat keterang Izin dari Bupati Belitung Timur. Yang ada, kata Sukirman, hanya surat dari Dinas Pendidikan.

Ketika ditanyakan terkait surat tersebut, kata Sukirman, diungkapkan Aswan, karena Aswan seorang Guru, bernaung di bawah dinas pendidikan,  bukan di bawah naungan Dinas induk Pemkab Beltim, maka Azwan merasa tidak perlu tanda tangan Bupati, cukup dari Dinas pendidikan saja.

Setelah Dilakukan komplain oleh sukirman kepada Aswan, yang menyebutkan bahwa harus ada surat izin dari Bupati, karena Syarat yang diminta dari panitia semuanya satu paket. Selanjutnya dihari yang sama, Aswan, disarankan oleh ketua panitia pilkades Sukirman untuk mengurus surat keterangan tersebut.

“Sehingga dilakukanlah pengurusan surat oleh Aswan melalui BKDSDM, namun disayangkan, pada waktu itu Bupati sedang tidak ada di tempat, sehingga pembuatan surat dilanjutkan pada esok harinya, yakni tanggal 24 Januari 2020,” urai Sukirman.

Sementara, lanjut dia, sembari batas waktu pendaftaran sudah berakhir pada tanggal 23 Januari 2020, dan surat keterangan dari BKDSDM Tertanggal 24 Januari 2020, dan selanjutnya berkas diserahkan kepada panitia Pilkades, lalu berkas di terima panitia.

“Tak sampai disitu saja, melalui Rapat pleno panitia pilkades bersama pengawas, melakukan musyawarah yang menghasilkan keputusan bahwa Aswan dinyatakan gagal Administrasi, karena keterlambatan  surat dari BKDSDM,” beber Sukirman.

Sebagai dasar dan alasan yang membuat Aswan harus gugur dalam pencalonannya sebagai kandidat bakal calon kades Lenggang yaitu, persyaratan pokok hadir setelah pendaftaran ditutup.

“Tidak ada niat untuk menzolimi orang lain, dan terhadap semua pelamar kami perlakukan Adil tidak ada pilihkasih. Sementara, upaya apapun yang akan di lakukan Aswan Kepada kami (Panitia) nantinya, kami selaku panitia pilkades tidak akan menghentikan proses dan tahapan pilkades kedepannya,” ujar Dia.

Kalimat senada, Ketua BPD Desa Lenggang dan Sekaligus pengawas Pilkades Desa Lenggang, Sisbani sastra mengatakan, atas nama kelembagaan, dirinya tetap berpatokan pada Perbup no 9 tahun 2016. Dan, sebelum memutuskan, terlebih dahulu Panitia sudah berkordinasi dengan Panitia tingkat Kabupaten.

“Sebetulnya Surat izin dari Bupati sudah menjadi syarat tertulis bagi PNS yang mau  ikut dalam pilkades. Kalau kita mau tegas sebetulnya tidak ada yang namannya surat keterangan, kalau pun ada itu sifatnya hanya kebijakan dari panitia penyelengara,” tutup Sisbani Sastra. ( Mulyadi/ Imron)