Azis : Rotasi Izin Kemedagri

0
193
KOTA CIREBON.- Polemik terkait mutasi jabatan yang dilakukan oleh Walikota Cirebon diakhir masa Jabatanya, Kamis (25/1) Walikota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH dipanggil Panwaslu Kota Cirebon untuk dimintai keterangan terkait keputusan Rotasi dan Mutasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah kota Cirebon.

Dalam keterangannya, Walikota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, SH mengatakan keputusan rotasi dan mutasi sudah sesuai dengan mekanisme aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Awalnya kan Saya mengusulkan karena Berdasarkan aturan, disebutkan Walikota dilarang untuk melakukan rotasi,mutasi,dan Promosi 6 Bulan sebelum masa jabatan habis kecuali atas izin dari Kemendagri,Nah ‘kecuali’ inilah yang kemudian kami sampaikan permohonan untuk melakukan rotasi,mutasi,dan promosi. Dan dijawab oleh Kemendagri, diizinkan,” kata Azis.
Dari daftar nama-nama usulan yang disampaikan ke Kemendagri, kata Azis, ternyata tidak semua diapproval (disetujui).
“Jawabannya bervariasi. Ada yang diluluskan, ada juga yang ditunda dan ada juga yang ditolak. Kalau tidak salah yang ditolak dan ditunda ada sekitar 7 orang,” ujarnya.
Azis menambahkan, pihaknya juga dimintai keterangan oleh Panwaslu terkait kesesuaian daftar nama-nama yang disetujui oleh Kemendagri dengan pelaksanaan pelantikan.
“Saya ditanya,apakah nama-nama yang disetujui oleh kemendagri sesuai dengan yang dilantik kemarin,dan Saya jawab, saya yakin betul bahwa kami tidak melakukan perubahan nama sedikitpun terhadap apa yang sudah ditetapkan,” ungkap Azis.
Azis pun membantah soal dugaan adanya muatan politis dan kepentingan pribadi, terlebih menjelang pemilu. Azis meyakini tidak ada unsur abuse of power. Rotasi dan mutasi ASN yang dilakukan pada beberapa hari yang lalu, semata-mata upaya pemerintah kota Cirebon untuk mengisi kekosongan jabatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Kalau ada muatan politis ya pasti saya akan ganti saja semua lurahnya orang saya semua,” cetus Azis.
“Saya tidak mengkondisikan. Dan juga banyak yang kemudian usulannya karena ditolak Kemendagri itu, kemudian marah-marah sama saya. Ini bukti saya tidak mengkondisikan,” cetusnya lagi.
Terkait kenapa harus dilakukan Rotasi,Mutasi,dan Promosi,hal tersebut dikarenakan banyaknya posisi jabatan vital yang kosong karena banyak yang sudah pensiun,dan posisi tersebut tidak boleh di Plt kan yang natinya akan berimbas kepada gaji pegawai,karena Jabatan Ply mempunyai kewenangan yang terbatas.
“Kenapa harus ada rotasi ? Karena tempat-tempat yang kosong tersebut merupakan jabatan-jabatan vital. Contohnya bendaharawan yang ngurusi gaji PNS,kan berdasarkan aturan tidak boleh di PLT kan, karena kalau di PLT kan ada batasan kewenangan. Dan ada kepentingan-kepentingan lain yang terkait dengan pelayanan publik,” jelas Azis.
Sebelumnya dikabarkan pada hari Jum’at (19/1) yang lalu, Walikota melantik pejabat yang baru daintaranya terdapat 105 ASN yang disetujui Kemendagri dari total 112 orang yang diusulkan pemerintah kota Cirebon melalui Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), dengan rincian : 19 orang eselon 3, 35 orang eselon 4, dan sisanya kepala sekolah, auditor dan jabatan lainnya.(Kris)


Komentar Anda?