AS Transfer Militan ISIS ke Afganistan

0
307

INAPOS,- Minggu, 4 Februari 2018 yang lalu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami  menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mentransfer militan ISIS ke Afghanistan untuk meyakinkan kehadiran ISIS di wilayah Asia Tengah.

Seperti yang telah dilansir oleh veteranstoday.com dan ditulis Sophia Mangal pada 8 Februari 2018 lalu, Amir Hatami menekankan bahwa AS telah menciptakan ISIS untuk mendominasi Suriah dan Irak, tetapi setelah kekalahan ISIS di kedua negara itu, AS mencoba mentransfer kelompok itu ke Afghanistan untuk membenarkan kehadiran mereka yang berkelanjutan di negara ini.

Tulisan berikut terjemahan hasil tulisan Sophia Mangal pada 8 Februari 2018 dan di muat oleh vetranstoday.com.

Pada Kamis, 6 Februari 2018, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri  menyampaikan juga bahwa AS telah merelokasi anggota kelompok teroris ISIS dari Suriah dan Irak ke Afghanistan.

Menurut Bagheri, sejak ISIS dan kelompok teror lainnya kehilangan wilayah mereka di Irak dan Suriah, Amerika telah merelokasi para teroris ke Afghanistan dengan berbagai cara.

Selain itu, Mohammad Bagheri percaya bahwa Washington menciptakan ketegangan dan konflik di Asia Barat Daya.

“AS harus mengumpulkan pasukannya dan meninggalkan negara-negara regional untuk menjaga keamanan mereka sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei pada akhir Januari menyatakan bahwa tujuan di balik langkah Washington untuk merelokasi teroris ISIS ke Afghanistan adalah untuk membenarkan kehadiran militernya di wilayah tersebut dan untuk memberikan keamanan bagi rezim Zionis.

Dia juga menyebut Amerika sebagai sumber ketidakstabilan utama di Afghanistan. Pada saat yang sama, dengan kata-kata Khamenei, AS bermaksud untuk mempromosikan kepentingan politik dan ekonominya melalui destabilisasi Afghanistan.

Perlu dicatat bahwa beberapa hari setelah pernyataan Khamenei tersebut,  prajurit Amerika tidak kembali ke kamp mereka. Mereka ditugaskan kembali ke Afghanistan, dan itu mungkin mereka bepergian dengan teroris ISIS.

Menurut banyak ahli, jumlah militan ISIS di Afghanistan diperkirakan 7.000 pejuang. Selain kekuatan yang ada, pengerahan kembali kekuatan dari Irak dan Suriah akan memungkinkan mereka untuk memperkuat posisi di negara yang merupakan ancaman langsung terhadap warga sipil.

Sumber : www.veteranstoday.com