Apakah warga pensiunan ASN/TNI lebih rendah dari Sampah ?

0
451

JAKARTA,- Warga pensiunan perumahan IPDN hari ini ditengah2 kekhawatiran terpapar COVID – 19 juga sangat resah menghadapi ancaman pengosongan Paksa yg akan dilakukan oleh IPDN pada 1 April nanti..

Untuk diketahui, Seluruh warga yang telah mendapatkan surat dari IPDN pada prinsipnya bersedia keluar dengan catatan tidak di diskrimanasi/minta diperlakukan sama dengan 5 Penghuni sebelumnya yg mendapatkan Kompensasi yang layak sebelum mereka keluar.

Dengan Kompensasi yang layak dan diberikan perpanjangan waktu tinggal, warga akan lebih siap utk menata kehidupan kelak stelah keluar dgn mempersiapkan tempat berteduh yg layak utk menghabiskan di sisa usia tuanya…

Untuk mencapai titik temu ini baik Komnas HAM maupun ORI sudah mengirimkan surat ke Menteri Dalam Negeri yg meminta utk lakukan penundaan rencana pengosongan sampai ada kesepakatan para pihak melalui Mediasi yg di lakukan oleh Komnas HAM.

Menurut HAM, pengusiran tidak boleh mengakibatkan orang menjadi susah. Hal ini akan terjadi dengan sebagian besar pensiunan Dosen & Karyawan IPDN yg tidak memiliki Rumah jika tidak diberikan Kompensasi demi kemanusiaan.

Kami berharap Negara hadir untuk menyelesaikan masalah pensiunan ASN/TNI, seperti halnya teladan yg ditunjukan ole Jokowi juga BTP saat menjadi Gubernur DKI ketika mengatasi warga pinggiran kali yg harus tergusur dgn mendapat tempat yg layak di Rumah Susun.

Jika semasa kami aktif kami sudah mengabdi kepada Negara, saat hari ini tenaga dan pikiran kami sudah tidak dibutuhkan, mohon kami diperlakukan sebagai manusia yang punya harga diri.

Pengelolaan Sampah di DKI saja Tempat Pembuangan Akhirnya di Bantar Gebang menghabiskan dana Rp. +- 250 M/Tahun (data th 2012)

Apakah warga pensiunan ASN/TNI lebih rendah dari Sampah ?

Penulis : Ahmad Yani. (Warga Perumahan IPDN)