Anggota DPR RI Minta Pemkot Cirebon Hentikan Bangunan Liar di Komplek Kutiong

0
201
KOTA CIREBON.- Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat menghentikan bahkan membongkar bangunan liar tersebut. Komplek pemakaman dikembalikan fungsinya seperti sedia kala atau direnovasi menjadi taman yang dapat dimanfaatkan warga untuk rekreasi dan menjadi daerah resapan air, namun tidak merusak fungsinya sebagai cagar budaya.

“Polemik ini harus segera dihentikan, bangunan liar ditertibkan, lokasi pemakaman dirapihkan kembali,” ujar Dave kepada inapos.com, Minggu (23/2/20).
Menurutnya, masalah tanah Kutiong yang ada di Jl. Jenderal Sudirman Penggung tersebut harus diselesaikan oleh instansi terkait sesuai dengan regulasi.
“Sekarang sedang diperjuangkan menjadi situs bersejarah karena di komplek pemakaman itu dijadikan tempat dilaksanakannya tradisi Tionghoa salah satunya adalah Ceng Beng,” jelas Dave.
Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya akan berkoordinasi lintas kementerian.
“Saya harap Pemda serius melakukan penertiban. Saya akan bawa ini ke DPR RI Komisi II, akan kita bahas di Kementerian Sosial karena berkaitan dengan situs bersejarah, dengan alasan yang sama juga akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kebudayaan,” paparnya.
Sementara, Ketua Yayasan Cirebon Sejahtera, Hadi Susanto Salim mengatakan, bangunan liar tiap tahun jumlahnya bertambah semakin mendesak keberadaan Kutiong.
“Dalam satu tahun terakhir telah berdiri sekitar 30 bangunan entah itu untuk kos-kosan, rumah kontrakan, rumah tinggal, bengkel las, dan lainnya,” katanya.
Masih kata dia, kebanyakan bangunan itu tidak disertai izin resmi dari pihak berwenang karena pemilik mengklaim mendapat surat kuasa atau izin dari Keraton Cirebon.
“Pendirian bangunan itu tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” tandasnya. (Kris)