BerandaHeadlineAlumni ITB : Sesuatu Tidak Benar, Tidak Usah Dilakukan

Alumni ITB : Sesuatu Tidak Benar, Tidak Usah Dilakukan

Inapos, Jakarta.- Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) menolak keras pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang mengesankan adanya dukungan dari Alumni ITB dalam kajian pencabutan moratorium reklamasi teluk Jakarta.

Dalam pernyataan persnya di Sofyan Hotel, alumni ITB menyatakan bahwa tidak benar jika pencabutan moratorium adalah hasil kajian dari mereka.

Mereka juga mendesak Presiden Jokowi agar membatalkan pencabutan moratorium reklamasi teluk Jakarta oleh Menko Bidang Kemaritiman dan menghentikan pelaksanaan proyek reklamasi yang sedang berlangsung.

Muslim Armas, alumni ITB penggagas petisi Tolak Reklamasi Teluk mengungkapkan bahwa berawal pada 18 Oktober lalu, membaca berita media terkait pernyataan Luhut yang mencabut moratorium reklamasi teluk Jakarta pada tanggal 5 atau 6 Oktober oleh Menko sebelumnya.

“Setelah melihat pernyataan tersebut, disitu ada salah satu yang membuat kami bertanya-tanya kenapa membawa nama ITB?,” ucapnya.

Dia juga mempertanyakan siapa yang telah melakukan kajian dan mendukung reklamasi. Karena menurutnya setelah berita pencabutan moratorium keluar, tidak ada satupun yang mengaku telah mengeluarkan kajian yang mendukung reklamasi Teluk Jakarta.

Menurutnya kajian yang telah dilakukan semuanya berisikan penolakan reklamasi untuk dilakukan.

“Kajian-kajian yang sudah ada adalah menolak reklamasi. Saat Pak Harto berkuasa pun, sudah ditentang. Sikap kita konsisten, siapapun presidennya tidak masalah. Dari tahun 1995 keluar Keppres-nya. Bagi kami (Alumni-red) sesuatu yang tidak benar tidak usah dilakukan,” ujarnya.

Dengan dilandasi keinginann luhur untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 maka kami segenap Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan ;

1. Alumni ITB menolak keras Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang mengesankan adanya dukungan Alumni ITB dalam kajian yang merekomendasikan pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta.

2. Ridwan Djamaluddin adalah bawahan Iangsung Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) maka pendapat dan rekomendasi sdr. Ridwan Djamaluddin perihal Pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta adalah bagian dari pekerjaaannya sebagai Deputi Menko Bidang Kemaritiman dan tidak ada relevansinya dengan posisinya sebagai Ketua Umum ikatan Alumni ITB (IA ITB) karena IA ITB haruslah independen tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

3. Alumni ITB selalu mengedepankan kepentingan rakyat, dengan tegas menolak pelaksanaan Reklamasi di Teluk Jakarta. Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengesankan hahwa pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta berdasarkan hasil kajian Alumni ITB adalah tidak benar.

4. Alumni ITB mendesak Presiden Repubiik Indonesia untuk membatalkan pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta oleh Menko Bidang Kemaritiman dan sekaligus menghentikan pelaksanaan proyek Reklamasi Teluk Jakarta yang masih berlangsung. Selanjutnya untuk menentukan nasib pulau-pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah terlanjur dibangun perlu dikaji secara mendalam agar tidak merugikan kepentingan rakyat banyak dan berdampak terhadap lingkungan dengan memperhatikan sepenuhnya amanat konstitusi kita UUD 1945.

5. Reklamasi Teluk Jakarta bukan lagi masalah DKI Jakarta semata, melainkan sudah menjadi isu nasional, untuk itu Alumni ITB mengajak segenap mahasiswa dan Alumni perguruan tinggi se-Indomia serta elemen-elemen masyarakat lainnya, untuk bersama-sama menolak pencabutan Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta dan mengawal proses dihentikannya proyek reklamasi tersebut untuk selamanya. (Elwan)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments