Aktivis Serikat Pekerja/Buruh Tingkat Nasional Lakukan FGD di Bogor

0
231

INAPOS, BOGOR,- Antisipasi Omnibus Law Ketenagakerjaan Aktivis Serikat Pekerja/Buruh Tingkat Nasional melakukan FGD di Bogor

Institut Hubungan Industrial Indonesia (INHI) bersama Para Aktivis Serikat Pekerja/Buruh menyelenggarakan Focus Group Discussion ( FGD) bertajuk “Omnibus Law RUU Cipta Kerja dari Perspektif Serikat Pekerja / Serikat Buruh.” Yang dilaksanakan di Hotel Permata Bogor dihadiri sekitar 60an AKtivis dari berbagai Serikat Pekerja dan para dedengkot serikat pekerja tingkat Nasional yang prihatin dan peduli dengan rencana Presiden Jokowi menerbitkan RUU Omnibus Law yang santer diprediksi oleh para aktivis akan sangat merugikan kaum buruh.

INHI sengaja mengundang para aktivis SP/SB yang dianggap konsisten, cakap dan mampu memberikan solusi bagi kaum pekerja di Indonesia dalam mengantisipasi nasib pekerja dengan RUU Omnibus Law, kami mengundang khusus kawan-kawan semua sebagai orang-orang pilihan yang INHI anggap mampu memberikan solusi bagi pekerja berdasarkan pengalaman-pengalaman kawan-kawan menjadi Aktivis SP/SB selama ini yang INHI anggap mumpuni dalam persoalan pekerja ditanah Air, atas nama INHI kami ucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan semua dalam acara FGD ini, kata Timboel Siregar mewakili pengurus INHI dalam acara pembukaan FGD ini.

Dalam kesempatan ini beberapa perwakilan SP/SB yang hadir terlihat Bung Saiful (Opsi), Bung Abd.Hakim (PPMI’98), Bung Saut Aritonang (SBM), Abah Widodo (KSPI), Daeng Wahidin (PPMI) dan beberapa lagi kawan-kawan KSPI & KSPSI yang hadir ke acara FGD setelah mengikuti acara pembukaan Rakernas KSPI di Cempaka Putih Jakarta. Apalagi sekitar pukul 20.30 WIB Draft resmi yang dikirimkan oleh Pemerintah ke DPR RI sudah diterima oleh Peserta FGD melalui WhatssAp, Nampak begitu antusias peserta yang mengikuti acara sehingga perdebatan sengit tidak dapat dihindarkan daripara peserta FGD dalam memberikan pendapat yang dibuka seluas-luasnya oleh moderator dalam memberikan kritikan dan masukan terhadap Draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Selanjutnya FGD ini membagi beberapak kelompok yang khusus membahas masalah : Pengupahan, Status Hubungan Kerja, PHK dan Tenaga Kerja Asing yang nanti memberikan rekomendasi dalam Rapat Pleno, rencananya FGD ini berlangsung 2 hari mulai dari tanggal 12 – 13 Februari 2020, sampai berita ini diturunkan suasana FGD masih berlangsung..