Aktivis dan PKS Sepakat Bentuk Komite Persatuan Nasional #2019GantiPresiden

0
188

Inapos, Jakarta.- Senior aktivis Yudi Syamhudi Suyuti yang juga sebagai Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) melakukan pertemuan empat mata dengan Mardani Ali Sera, Penggagas #2019GantiPresiden dan Ketua DPP PKS pada Rabu (06/06/18), dengan menghasilkan kesepakatan penting.

Yaitu kesepakatan untuk membentuk dan segera mendeklarasikan Komite Persatuan Nasional #2019GantiPresiden.

Dalam pesannya Yudi menyatakan, Komite Persatuan Nasional ini terdiri dari Koalisi Partai Politik, Keumatan dan Kerakyatan. Untuk persoalan Capres dan Cawapres, tetap menjadi domain Partai Politik karena berpegang pada UU Pemilu tentang Pilpres dan UU Kepartaian.

“Akan tetapi lebih dari itu ada hal yang sangat substansial, yaitu menyangkut Plattform bersama tentang Negara dan Pemerintahan yang akan datang. Dimana Rakyat menjadi kekuatan utama,” ujarnya.

Pertemuan antara Yudi Syamhudi Suyuti yang mewakili kaum aktivis pergerakan dengan Mardani Ali Sera didasari untuk membangun Tatanan Kerakyatan, menyangkut keadilan, kemakmuran, kesejahteraan untuk keseluruhan Rakyat Banyak Bangsa Indonesia.

Pertemuan ini, tambah Yudi, “sekaligus menyambut pertemuan 3 Tokoh di Mekkah, yaitu Prabowo Subianto, Amien Rais dan Habib Rizieq yang mendorong gagasan Koalisi Keumatan. Dan jika dua kekuatan fundamental Bangsa, yaitu Umat dan Rakyat Banyak disatukan secara solid, maka sudah tentu akan menjadi energi besar untuk perubahan Nasional,” tambahnya.

Kelahiran #2019GantiPresiden, tidak terlepas dari proses politik panjang dari 411, 212 dan 313 hingga dorongan untuk diadakannya Sidang Istimewa yang pernah ia lakukan bersama aktivis lainnya. Dari situ peran Ulama, Kaum Aktivis Pergerakan dan Partai-Partai Oposisi menjadi kekuatan penggerak dan memimpin perjuangan. Bahkan sampai terjadinya kriminalisasi, intimidasi dan penahanan dari banyak aktivis, ulama dan penggerak Medsos.

“Oleh karena itu diperlukan kekuatan persatuan nasional untuk melawan Jokowi dan koalisinya di Pilpres 2019 mendatang. Komite Persatuan Nasional saat ini sedang disiapkan pengurusnya dan pada bulan Juli 2018 rencananya di deklarasikan. Komite Persatuan Nasional akan membangun Plattform bersama untuk kepentingan seluruh Rakyat dan Umat di Indonesia,” tegasnya.

Komite ini juga akan menyatukan seluruh kekuatan Rakyat dan Umat tanpa ada yang tertinggal.┬áInsya Allah, Yudi berkeyakinan, di 2019 Presiden baru sekaligus bersinarnya matahari terbit yang membawa energi perubahan di Indonesia. Yaitu kembalinya kedaulatan di tangan Rakyat,” tutupnya. (Elwan)


Komentar Anda?