Aktivis Cirebon Sebut Penahanan A Tidak Adil

0
374
Ais korban pengeroyokan dan kini berada di RS Gunungjati

INAPOS, CIREBON,- Perkelahian antar pekerja proyek pembangunan PLTU 2 Cirebon dengan warga yang diduga preman terus mendapat sorotan. A, pekerja yang diduga pelaku perkelahian, kini sudah dilakukan penahanan oleh Polres Cirebon Kota (Ciko) usai dilakukan pengobatan di Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ).Kepada redaksi, Kapolres Ciko Roland Rolandi melalui Kasat Reskrim Polres Ciko Akp Deny Sunjaya SH menyampaikan bahwa A telah dilakukan penahanan.

“Tersangka Inisial A sudah kita tahan proses lanjut,” jelas Deny, Rabu (4/12/2019) melalui pesan Whatsappnya.

Masih menurut Deny, A ditahan usai diperbolehkan pulang oleh dokter pada Selasa (3/12/2019). “Keluar dari rumah sakit, kita amankan ke Polres untuk diperiksa dan selesai diperiksa selanjutnya dilakukan penahanan,” tambahnya.

Saat ditanyakan terkait adanya laporan polisi yang dibuat oleh korban pengeroyokan, Andri (24) warga dusun 1 RT/RW : 003/002, Desa Waru duwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. “Masih penyelidikan,” jawabnya singkat.

LSM Kompak usai konsolidasi

Menanggapi penahanan A ini, Darto selaku aktivis Cirebon dan Ketua Umum LSM Kompak menyesali penahanan tersebut.

“A belum boleh pulang dan kondisinya masih sakit di dada. Berdasarkan surat dari rumah sakit, tidak disebutkan A boleh pulang tapi lain-lain,” jelas Darto lewat pesan Whatsapp, Rabu (4/12/2019).

Darto menambahkan pula apa yang dilakukan terhadap A tersebut tidak adil.

“Padahal di video keributan sudah jelas A yang di keroyok dan di pentungin, bahkan saksi-saksinya pun banyak. Jika dari pihak masyarakat Waru duwur yang melaporkan preman – preman di PLTU 2, sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa,” tandasnya.

Darto menambahkan pula, pihaknya telah melakukan konsolidasi dan akan melakukan unjuk rasa.

“Tambahan bahwa LSM DPP Kompak Cirebon berdama masyarakat Waru duwur akan aksi besar-besaran di PLTU 2 Cirebon dan Polres Ciko. Sebagian mungkin warga ada yang pakai perahu dan kami dari Kompak demo dari depan jalan Raya Pantura depan gerbang PLTU 2 Cirebon. Alasan kami kenapa demo PLTU 2 .Gara- gara preman-preman yang berkuasa di PLTU 2, hingga banyak pekerja yang jadi korban pengeroyokan dan penganiayaan di dalam PLTU 2 Cirebon,” tegas Darto sembari menambahkan bahwa demo tersebut akan bergelombang 3 hari sekali.

Berdasarkan hasil penelusuran, salah satu warga desa Waru duwur menyampaikan bahwa preman -preman tersebut ada.

“Mereka selalu mengambil uang dari PLTU 2 Cirebon mengatasnamakan warga. Saya sedang menelusuri adanya pencairan dana CSR dari PT. Hyundai ke seseorang yang mengatasnamakan warga Waruduwur dan Kanci,” tutur warga Waruduwur yangvtidak ingin disebutkan namanya. (Cep’s)