Aksi Galang Dana Palu, Pasha Ungu Sambangi Kemensos

0
202

JAKARTA, INAPOS– Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan uang untuk mendukung pemulihan keadaan Palu dan sekitarnya. Bantuan tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha Ungu) di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

“Hari ini saya mewakili Wali Kota Palu disaksikan Sekjen Kemensos secara simbolis menerima dana kurang lebih Rp 500 juta. Ini sebagai bentuk perhatian terhadap kota Palu, khususnya masyarakat kami yang memang terdampak langsung dari bencana gempa tsunami likuifaksi,”kata Pasha.

Pasha menyatakan, suasana kondisi kota Palu sudah kondusif. Pendistribusian logistik cukup efektif sesuai methode yang  ada, sehingga masyarakat tidak perlu lagi untuk mencari bantuan, kemudian dititip ke pengungsian.

“Kami sekarang  ini sedang memvalidasi data berkaitan tentang jumlah-jumlah bangunan, baik yang rusak ringan, rusak berat, agar paling tidak mengetahui secara jelas, langkah-langkah apa yang harus diambil untuk merehabilitasi, merekontruksi bangunan-bangunan, termasuk perkantoran, rumah sakit, sekolah, pemukiman dll,”papar Pasha.

Terkait hunian  tetap (Huntap),  Pasha mengatakan, pihaknya masih harus mempertimbangkan rekomendasi dari ahli geologi untuk menetapkan lokasi huntap yang aman terdampak gempa.

“Hingga saat ini masih belum final soal lahan huntap, karena belum ada rilis dari ahli ekologi.  Namun, Pemkot Palu  sudah mengusulkan daerah Tondo, Palu Timur. Cuma, masih terhambat status  lahan yang masih HGB. Ini yang coba kita menyurati presiden supaya bisa memfasilitasinya melalui  Kementerian ATR/BPN  untuk mengalokasikan pembangunan huntap yang jumlahnya 10 ribu,  dan itu memerlukan lahan 400-500 Hektar,’papar Pasha.

Pasha mengaku gempa Palu yang terjadi baru-baru ini membuat masyarakat mengalami trauma, meski sudah terbiasa dengan gempa.

“Dua hari lalu saya masih lompat dari ranjang, karena masih ada gempa-gempa lanjutan,”imbuhnya.

Pasha menegaskan, bahwa Pemkot Palu akan fokus kepada masyarakat yang berada di Pesisir. Diketahui ada 13 kelurahan di Pesisir Barat.

“Kami sudah menghimbau masyarakat untuk tidak membangun rumah lagi di sana. Itu konsen kita di situ,“pungkas Pasha.(red)

 

 

 

 


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here