Aksi di Depan Istana, “Tujuh Mahasiswa Terluka”

0
286

Inapos, Jakarta.- Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) cabang Jakarta telah melakukan aksi di depan Istana Negara dengan mengambil tema ‘Refleksi 20 tahun Reformasi, Jokowi Pemimpin Haram’, Senin (21/05/18).

Aksi terjadi cheos di depan Istana Negara, mahasiswa HMI MPO dalam aksinya menyatakan sikap, diantaranya ;

1. Menuntut Jokowi-JK untuk mundur dari Jabatannya sebagai pemimpin di Negeri ini karena telah gagal menjalankan tugasnya dan telah berlaku munafik.

2. Meminta anggota DPR RI untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-JK.

3. Meminta anggota MPR untuk mencabut mandat Jokowi-JK.

4. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan dalam rangka mendesak Jokowi-JK turun dari Jabatannya.

Setelah cheos, saat ini 7 Mahasiswa HMI MPO masuk rumah sakit Tarakan Ruang IGD dengan kondisi kritis, yaitu Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO),  Irfan Maftuh (Korlap Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO) dan Lucky Mahendra (HMI MPO). Ke 7 mahasiswa dipukuli oleh aparat kepolisian di depan Istana Negara saat melakukan aksi.

Dalam releasenya yang Pengurus HMI MPO Cabang Jakarta dan Front Nasional MPI (FN-MPI), menyatakan mengutuk keras atas tindakan intimidasi dan penganiyayaan yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian dengan memukuli mahasiswa yang sedang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, dan saat ini 7 mahasiswa masih dirawat di IGD rumah sakit Tarakan. (Elwan)