Akibat Korban Tali Layangan, Masyarakat Desak Bupati Mempawah Buat Perbup

0
220

MEMPAWAH.- Belakangan ini, korban  tali layangan semakin marak.Tak sedikit pengendara roda dua mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya. Khawatir dengan kondisi itu, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Mempawah menerbitkan aturan tentang larangan bermain layangan.

“Sudah ada beberapa kasus korban pengendara sepeda motor mengalami luka akibat tali layangan. Tentunya, kita sangat khawatir dan resah dengan kondisi ini. Bisa saja besok atau lusa, kita yang jadi korban tali layangan,” tutur Warga Kuala Mempawah, Razali, S.Pd, Senin (06/07/2020) pagi di Mempawah.

Karena itu, pria yang juga tenaga pendidik ini, mendesak Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat merespon permasalahan tersebut. Caranya dengan menerbitkan aturan daerah tentang larangan permainan layanan terutama ditempat-tempat fasilitas umum.

“Di Kota Pontianak sudah ada aturan sejenis Perwako, makanya kita sarankan Bupati Mempawah menerbitkan Perbup tentang larangan bermain layangan di masyarakat,” usulnya Dengan aturan tersebut, menurut Razali, pemerintah daerah melalui fungsi Satuan Polisi Pamong Praja punya payung Hukum untuk dapat melakukan tindakan tegas berupa razia dan penertiban pemain layangan.

“Bila perlu tidak hanya berupa penertiban dan peringatan saja, melainkan ada sanksi tegas berupa denda uang atau bahkan pidana. Karena bukan tidak mungkin permainan layangan juga mengarah pada praktik perjudian,” tegasnya.

Tak hanya membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan, Razali menilai, permainan layangan juga berdampak negatif terhadap lingkungan.

“Sudah sering sekali tali layangan yang memakai kawat tersangkut ke gardu listrik hingga menyebabkan pemadaman. Hal ini memicu terjadinya gangguan pelayanan listrik di masyarakat,” sesalnya.

“Karena itu, kami mendesak secepatnya Pemerintah Kabupaten Mempawah menerbitkan aturan untuk menindak tegas permainan layangan agar tidak mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan gangguan lingkungan,” tukasnya. (Red)