Akibat Amanat Jadi Hotel Syar’i, Hotel Tjimahi Akan Dijual

0
1497

INAPOS, BANDUNG- Hotel Tjimahi, hotel yang dibangun sejak 1800-an dan bersejarah dari jaman Westerling hingga Alm Ani Yudhoyono bahkan berdasarkan informasi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni  Monardo pun lahir dihotel tersebut dan kini tinggal menunggu waktu untuk berubah.

Cita rasa bangunan zaman Belanda kental mewarnai rupa Hotel Tjimahi. Termasuk penginapan tua di Kota Cimahi, hotel yang dikelola turun temurun ini tetap menjaga kelestarian bangunannya hingga kini.

Adalah Nyi Raden Mardiah Singawinata, yang menyulap villa pribadinya menjadi penginapan. Berawal dari nama Hotel Pension, Penginapan Tjimahi, hingga kini menjadi Hotel Tjimahi.

Namun nampaknya, hotel yang mempunyai hubungan sejarah dengan beberapa tokoh tanah air ini, oleh pemiliknya akan segera dijual karena semakin sepinya pengunjung.

Berdasarkan informasi yang disampaikan penggiat sejarah Oman Abdurahman melalui group Whatsapp Jabar History Lovers menyampaikan bahwa benar hotel tersebut akan dijual.

“Menurut Owner (pemilik), salah satu alasan mau dijual karena rugi terus. Salah satu penyebab rugi terus, Karena hotel tersebut sesuai amanah orang taunya, tetap setia mengusung hotel yang Syar’i alias tidak mengizinkan pasangan yang bukan muhrim menginap (apalagi yang short time ). Padahal masakan di hotel tersebut menurut saya enak sekali, terutama rawonnya dan karoketnya,” papar Oman menjelaskan, Sabtu (4/1/2020).

Oman melanjutkan, dirinya telah menyarankan agar jangan dijual kepada pemilik. “Saya maunya jangan dijual alias tetap dipertahankan dan sudah menyarankan begitu. Sebaiknya bangunan tersebut didaftarkan sebagai cagar budaya benda sejarah, supaya dapat biaya perawatan (katanya belum terdaftar sebagai cagar budaya),” tambah Oman pula.

Pemilik akun lain ~Eddi Koben sangat menyayangkan dengan kabar tersebut. “Waduh…lebar temen. Mangkaning aya jejak Westerling…(Waduh, sayang sekali. Apalagi ada jejak Westerling),” ujar Eddi yang juga sebagai penulis buku Tjimahi Punya Cerita ini.

Akun lain ~Neng Hendriyani Cakrawala menyarankan agar dibeli oleh pemerintah. “Kedah dibeli ku pamarentah eta mah (Harus dibeli oleh pemerintah itu mah),” timpal akun tersebut.

Namun, akun lain ~Uceu Maulana menyampaikan bahwa tugas Tim Ahli Cagar Budaya terkait hotel tersebut. “Tugas Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cimahi untuk mengusulkan tempat itu jadi Cagar Budaya,” usulnya.

Para penggiat sejarah sangat menyayangkan jika hotel tersebut harus berpindah tangan dan kekhawatiran utama adalah akan hilang nilai-nilai sejarah yang ada.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi belum bisa menghubungi pemilik hotel tersebut. (Cep’s)