Akhirnya, Proyek OP BBWS Cimancis Jebol

0
452

KABUPATEN CIREBON,-  Proyek pembangunan kolam Olag yang sifatnya sementara di Bendung Cikeusik, akhirnya jebol tidak kuat menahan derasnya aliran sungai Cisanggarung.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, proyek tersebut dibangun dengan anggaran Rp. 400.000.000,- dan akhirnya sesuai dengan apa yang disampaikan baik warga maupun aktivis bahwa pekerjaan tersebut sangat tidak bermanfaat untuk menjaga agar kerusakan di bawah jembatan penghubung dua kecamatan itu, tidak melebar.

Seperti yang telah disampaikan oleh warga dalam pemberitaan sebelumnya, Diduga, Proyek Kolam Olak Bendung Cikesusik, Buang Anggaran => https://inapos.com/diduga-proyek-kolam-olak-bendung-cikesusik-buang-anggaran/

Karung-karung Kolam Olag sebelum hanyut

Pada pemberitaan sebelumnya tersebut, seorang warga yang tidak ingin dimediakan namanya pada Jum’at (23/11/2018) tahun lalu, menyampaikan bahwa pembangunan bak tersebut buang-buang anggaran.

“Jika melihat kolam, disinyalir akan gagal konstruksi perbaikan kolam olak bendung Cikeusik” papar warga.

Menurutnya hal tersebut ditengarai dengan konstruksi yang bukan hasil dari kajian yang komprehensif dalam pembangunan atau perbaikan bendung.

“Dalam perbaikan kolam olak bendung Cikeusik pekerjaaan berlangsung dengan kontruksi geo bag dasaran pasir, dengan isi batu dan diatasnya dipasang / dihampar dengan seseg bambu, dengan banjir sungai Cisanggarung sangatlah besar, hal ini tidak akan kuat menahan banjir tersebut dan akan mengakibatkan terputusnya jambatan penghubung antara kecamatan Cimahi dengan kecamatan Cidahu,” demikian penjelasan warga yang merupakan lulusan sekolah tehnik tersebut.

Akhirnya apa yang disampaikan warga tersebut terbukti dengan jebolnya proyek itu dengan tanpa sisa sedikit pun.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, saat ini karung-karung berisi pasir hanyut terbawa arus sungai.

Karung – karung hilang terbawa arus

Priyo Andi Dwiwoko selaku Koordinator Lembaga Kajian dan Investigasi Nusantara (LAKIN) saat dimintai komentarnya dengan jebolnya Proyek Kolam Olag di Bendung Cikeusik, sangat geram dan akan melaporkan rusaknya pekerjaan tersebut ke penegak hukum.

“Itu proyek buang – buang anggaran dan jika informasi yang diterima rekan – rekan media bahwa proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar RP. 400.000.000,- ini patut dipertanyakan. Kami akan segera melakukan investigasi dan jika setelah kami investigasi dan di kaji, kami akan segera melaporkan kepada penegak hukum,” tegas Priyo.

Masih lanjut Priyo, pihak akan segera mengumpulkan data untuk dikaji dan minggu ini surat laporaan segera diluncurkan.

“Minggu ini akan kita laporkan bahkan BPK serta Dirjen SDA segera kita surati,” tutup Priyo.

Satker OP BBWS Cimancis, RM. Budiono. ST ketika dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya melalui sms ke telepon genggamnya tidak memberikan jawaban. Begitu pula dengan Kabid OP BBWS Cimancis pun tidak memberikan jawaban. (Cep’s)