INAPOS, JAKARTA,- Ny. Zuh Khairani Harahap  dan istri kedua Sumarni ahli waris dari Alm. M Rawi Batubara yang didampingi Kuasa Hukumnya Ir. Rismauli Sihotang Resmi melaporkan Merry Gunarti ke Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (30/01/2020).

Menurut Risma Sihotang, mereka (Ny. Zun Khairani harahap dan istri kedua Sumarni) adalah anak perempuan almarhum M Rawi Batubara bernama Winda Isnaini Batubara adalah milik pihak Mery Gunarti, pengusaha kaya di Riau. Dan Bareskrim Mabes Polri telah menerbitkan Laporan Polisi Nomor: LP / B / 005 / l / 2020 / BARESKRIM, pada tanggal 30 Januari 2020. Tertera dalam Laporan Polisi, pelapor bernama Winda Isnaini Batubara, terlapor Mery Gunarti dan Salikun Djono.
”Laporan yang kami terima hari ini merupakan langkah kepastian hukum tentang tehnis lapangan dan hukum formal. Atas menempatkan plang di lahan Teras Kayu Resto itu. Dan sengaja melakukan penyerobotan tanah. ”Ucap Risma Sihotang, saat ditemui awak media.
Risma melanjutkan penerimaannya,
”Korban adalah orang yang memiliki tanahnya diserobot oleh Mery Gunarti, tanah milik Alm rawi Batubara dengan lahan seluas 4521M dari sebelum ada pemekaran luas tanah 5400M, yang saat ini baru buka di rumah makan Teras kayu resto di Jalan jendral Sudirman pekan baru Riau Sumatra Selatan terus berlanjut. ”Imbuhnya.
Hadir Zun Khairani Harahap bersama Winda Isnaini Batubara berharap dengan Laporan ini ada titik terang dan dapat memperbolehkan tanah kami.
”Kami telah membuat laporan yang saat ini menghadap SPKT terhadap kasus ini yang didampingi oleh Rismauli Sihotang ketua Leadham internasional Jawa Tengah. Dan selanjutnya dengan laporan ini, semoga ada titik terang. “Ucap Zun Khairani Harahap.
Risma melanjutkan, “kita telah melaporkan tindak lanjut dengan sepihak telah menyelesaikan plang oleh merry gunarti berbagi tanggapan terhadap sebidang kasus tanah yang notabene adalah milik klien kami.” Imbuhnya.
Risma juga mengatakan sebenarnya ini bukan objek yang di sengketakan oleh merry gunarti, dia berserah dengan PT Surya kencana sejak tahun 1996. Dan baru 2018 dia (merry gunarti) memasang plang yang tidak ada kaitannya dengan Putusan-putusan yang dia terapkan pada plang itu.
“Dari tahun tahun 1996 kemana aja dia, sedangkan dia orang terpandang sana, selamat adalah orang kaya di pekan baru dan selamat juga bisnis yang luar biasa di Pekanbaru tetapi ternyata dia menzholimi rakyat kecil seperti klien kita (Ny. Nani dan angin winda). Dimana tanah itu adalah milik dan milik Alm Rawi Batubara. ”Katanya sambil menunggu bukti untuk membangunkan media.
Disamping itu meminta hukum Ulrikus laja, SH menambahkan laporan ke Bareskrim Mabes Polri ini meminta penyerobotan tanah tanah yang dilakukan oleh selamat.
”Merry Gunarti telah melakukan tindakan hukum penggelapan hak, karena penyerobotan tanah tersebut dilakukan olehnya.” Ucap Ulrikus.
Diketahui tanah tanah di tengah-tengah Rumah makan Teras kayu saat ini disewakan yang sesuai dengan hak milik dapat diberikan sebelumnya, jadi sewa ini tidak lagi diberikan kepada orang-orang yang akan tetapi untuk klien kami. (Jaenal )