BerandaEkonomi Dan BisnisAgus Muharram : Semangat Koperasi Adalah Membantu Kebutuhan Masyarakat

Agus Muharram : Semangat Koperasi Adalah Membantu Kebutuhan Masyarakat

Inapos, Bandung.- Media Sinar Pagi Baru (SPB) merayakan HUT yang Ke-16 dengan serangkaian acara, salah satunya ialah diskusi nasional yang bertemakan Koperasi. HUT tersebut berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (01/11/17) kemarin.

Dalam susunan acaranya yang juga dihadiri tokoh nasional, salah satunya ialah Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Agus Muharram. Dalam pidatonya ia menerangkan, semangat koperasi ialah pemenuhan kebutuhan. Menurut Abraham Moslow bahwa beberapa kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan individu maupun sosial dapat dipehuni dengan prinsip Koperasi dengan semangat bersama-sama dan saling bergotong royong.

Pemenuhan kebutuhan itu tidak terlepas dari perekonomian negara. Menurutnya, Koperasi, BUMN dan swasta adalah tiga kekuatan ekonomi Indonesia, tuturnya sekaligus membuka rangkaian acara ; Simulasi Uji Kompetensi Wartawan dan Diskusi Nasional dengan tema “Peran Koperasi Untuk Negara Dalam Kemandirian Ekonomi Rakyat & Peran Polri Mendukung Gerakan Koperasi di Indonesia”.

Agus Muharram menerangkan bahwa koperasi merupakan kegiatan usaha segala bentuk sektor riil ekonomi dan jasa, bukan hanya simpan pinjam. PT atau CV adalah basis modalnya masyarakat yang berkekuatan pada pemilik modal, dan BUMN adalah basis pemerintah yang memiliki kekuatan pada penyertaan modal negara.

Sedangkan Koperasi memiliki basis dari anggota dan untuk anggota dengan semangat bersama-sama, bergotong royong dan saling membantu, jelas Agus. Ia juga mengakui bahwa pasal 33 undang-undang dasar 1945 telah diamandemen, sehingga ada anggapan atau seolah-olah koperasi terpinggirkan. Padahal itu tidak benar, karena pada hakekatnya kekuatan ekonomi negera kita dibangun oleh tiga kekuatan itu.

Secara teknis Agus menjelaskan, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) memang tidak boleh menerima simpanan (uang) dari yang bukan anggota. dengan kata lain, benar-benar prinsip KSP itu dari anggota dan untuk anggota. Sedangkan untuk koperasi yang bergerak di sektor riil non simpan pinjam dan jasa lainnya bukan hanya dari anggota untuk anggota saja, semangatnya juga bisa untuk membantu kebutuhan masyarakat, khususnya orang-orang disekitarnya.

Sebagai contoh, lanjutnya, “koperasi yang membentuk usaha transportasi, taksi misalnya, sopir taksi menjaring tidak hanya kepada anggota tetapi diperbolehkan kepada pelanggan masyarakat lainnya, jika hanya kepada anggota maka koperasi itu dipastikan akan sulit berkembang. Bahwa koperasi kedepan akan melakukan terobosan-terobosan menyesuaikan dengan perkembangan jaman terhadap sektor-sektor usaha lainnya,” pungkas Agus.

Terkait dengan perayaan hari jadi media cetak Sinar Pagi Baru (SPB) yang Ke-16, Agus Muharram mengapresiasi tinggi dan salut kepada panitia yang mengusung rangkaian kegiatan yang saling berkaitan ini. Pertama adalah Simulasi Uji Kompetensi Wartawan untuk pembinaan wartawan sebagai modal dasar keahlian membuat berita. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi nasional yang bertemakan Koperasi. Untuk itu dirinya merasa bangga dan tidak salah telah mengorbankan waktu untuk membuka acara ini, walau sebelumnya ia telah mempercepat dan meninggalkan agenda penting sebelumnya di Jakarta. (Elwan)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments