Menulis novel bukan soal menunggu inspirasi besar atau bakat luar biasa. Novel lahir dari proses yang konsisten, terstruktur, dan terus disempurnakan. Bagi pemula, tantangan utama bukan kurangnya ide, melainkan bagaimana mengubah ide menjadi cerita yang selesai. Berikut beberapa prinsip dasar yang dapat menjadi pijakan awal.

1. Mulai dari Cerita yang Sederhana

Kesalahan umum penulis pemula adalah ingin langsung menulis cerita yang terlalu kompleks. Padahal, novel yang kuat sering berangkat dari konflik sederhana: kehilangan, pilihan sulit, harapan, atau perubahan hidup. Fokuslah pada satu masalah utama yang dialami tokoh, lalu kembangkan secara bertahap.

2. Tentukan Tokoh Utama dengan Jelas

Pembaca mengikuti novel melalui tokohnya. Kenali tokoh utama Anda: latar belakang, keinginan, ketakutan, dan tujuan hidupnya. Anda tidak perlu menuliskannya semua di cerita, tetapi Anda perlu memahaminya sebagai penulis. Tokoh yang jelas akan โ€œmenuntunโ€ alur cerita secara alami.

3. Buat Kerangka Cerita, Meski Sederhana

Anda tidak harus membuat outline yang rumit. Cukup tentukan:

  • awal cerita (situasi awal),
  • konflik utama,
  • titik krisis,
  • dan akhir cerita.

Kerangka ini membantu Anda tidak kehilangan arah dan mengurangi risiko berhenti di tengah jalan.

4. Tetapkan Target Menulis yang Realistis

Jangan menunggu waktu luang sempurna. Tetapkan target kecil dan konsisten, misalnya 300โ€“500 kata per hari. Dalam tiga bulan, draf novel sudah bisa terbentuk. Konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan.

5. Jangan Mengedit Saat Menulis Draf Pertama

Draf pertama bukan untuk sempurna, melainkan untuk selesai. Banyak penulis pemula terjebak mengulang-ulang paragraf awal dan akhirnya tidak pernah melanjutkan cerita. Biarkan tulisan โ€œkasarโ€ dulu. Perbaikan dilakukan setelah naskah selesai.

6. Gunakan Bahasa yang Jujur dan Mengalir

Anda tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu puitis atau rumit. Yang terpenting adalah kejelasan dan emosi. Tulis dengan gaya yang paling dekat dengan suara Anda sendiri. Kejujuran emosional lebih kuat daripada kalimat yang dipaksakan indah.

7. Baca Novel, Terutama yang Sejenis

Membaca adalah bagian dari proses menulis. Bacalah novel dengan genre yang ingin Anda tulis. Perhatikan bagaimana penulis membangun konflik, dialog, dan transisi antar bab. Ini bukan untuk meniru, tetapi untuk belajar struktur dan teknik bercerita.

8. Terima Bahwa Ragu Itu Wajar

Semua penulisโ€”termasuk yang sudah berpengalamanโ€”pernah meragukan tulisannya sendiri. Rasa ragu bukan tanda Anda tidak berbakat, melainkan tanda Anda sedang bertumbuh. Tetap lanjutkan menulis meski rasa itu muncul.

9. Selesaikan, Baru Pikirkan Penerbitan

Fokus utama pemula adalah menyelesaikan satu novel utuh. Setelah naskah selesai, barulah pikirkan revisi, pembaca beta, dan kemungkinan diterbitkan. Novel yang selesai selalu lebih bernilai daripada ide yang sempurna tapi tidak pernah ditulis.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About

INAPOS Media Publisher adalah penerbit independen di bawah naungan PT Inapos Media Nusantara yang berfokus pada penerbitan buku fiksi dan nonfiksi bernilai intelektual. Kami meyakini bahwa setiap cerita, gagasan, dan pengetahuan yang ditulis dengan baik memiliki daya hidup yang panjang dan relevan lintas generasi.

Kami mendampingi penulisโ€”baik pemula maupun berpengalamanโ€”dalam mengubah ide menjadi karya yang terstruktur, layak terbit, dan dapat diakses oleh pembaca luas. Melalui proses editorial yang profesional, kami berkomitmen menjaga kualitas naskah sekaligus keaslian suara penulis.

Bagi kami, buku bukan sekadar produk, melainkan medium untuk menyebarkan pemikiran, pengalaman, dan inspirasi.

Tulis ceritamu. Susun pengetahuanmu. Terbitkan dampaknya..

Archive

Categories

Tags

Gallery