BENGKAYANG – Kapal Tongkang TB.APN 88/B6.APN 168, diperkirakan bermuatan 7000 metrik ton (MT) batu bara dari dari Jambi menuju PLTU Kalbar I itu mengalami kebocoran lambung kiri yang mengakibatkan posisi kapal miring dan sebagian muatan tumpah di Zona Konservasi (PJK) perairanKabupaten Bengkayang.

Hal ini di benarkan Baharudin Ahmad (Baha) Ketua Lembaga Lingkungan Bengkayang Pesisir (Lingkar) Kabupaten Bengkayang bahwa,tongkang membawa batu bara tersebut miring sudah masuk air asin. Minggu (14/11/2021)

Menurut Ketua Lingkar,sesuai berita acara yang dibuat oleh Aan selaku Nahkoda TB.APN 88 dalam berita acara menyebutkan:
Pada Selasa 9 Nopembar 2021 TB.APN 88/B6.APN 168 perjalanan sudah tertempuh 3 hari dengan kondisi tongkang aman.Sedangkan pada,Selasa 9 Nopember 2021 tepat nya Jam 16:00 WIB di sore hari saat TB.APN 88/B6.APN 168 mau melintasi(Nyebrang) laut Natuna tiba tiba angin bertiup kencang di Posisi: 022.770.105.55.597.E dan terjadi muatan runtuh kesebelah kiri tongkang
Dan  laut  berombak kurang lebih 3 meter.Begitujuga pada hari Rabu 10 November 2021 pagi hari tiba tiba B6.Apn 168 miring kekiri 20 cm dan dipagi nya juga cuaca masih berombak kurang lebih 3 meter.Dengan demikian juga pada Kamis 11 Nopember 2021 Jam 06:00 WIB pagi kondisi cuaca masih berombak kurang lebih 3 meter dan sampai saat ini 12 Nopember 2021 tongkang masih dalam keadaan miring.
Demikian berita acara ini saya buat dengan sebenar benar nya agar dapat dipergunakan seperlunya.

Kejadian awal kapal tongkang bermuatan batu bara itu terjadi posisi miring dikernakan tongkang tersebut mengalami bocor dan melintasi di Perairan Pulau Kabung,Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang-Kalbar.
Jumat(12/11/2021) kemarin,jelas Baha
(nama panggilan)

Tumpahnya batu bara di  Zona Konservasi di perairan Kabupaten Bengkayang tentunya sangatlah bahaya”tercemarnya Zona Konservasi di perairan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan sekitar nya akan merusakan ekosistem biota laut dan tentunya nelayan sangat dirugikan,”terang Baha mengatakan.

Dengan Keputusan Menteri Kelautan No 90 tahun 2020, Pulau Penatah, Pulau Lemukutan, Pulau Randayan Pulau Baru dan Pulau Kabung masuk dalam Kawasan Konservasi parairan Kabupaten Bengkayang.

Untuk itu kami, Lingkar Kabupaten Bengkayang meminta pihak terkait untuk melakukan Ivestigasi di tempat terjadian nya tumpah batu bara,”kami akan mengawal kejadian ini,”ucap Baha mengatakan.

Dalam waktu dekat Lingkar akan menyurati Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) pungkas Baha.(Yulizar)