GPI: Corona Merajalela, Demi Keselamatan NKRI Jaga Jarak Dengan Orang China

0
245

Jakarta.- Indonesia menjadi salah satu negara positif virus corona (Covid-19). Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air menimpa dua warga Depok, Jawa Barat.

Menurut data pemerintah Hingga hari ini kasus pasien positif corona bertambah 153, jadi melonjak hingga 1046, hal itu disampaikan juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di saluran Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (27/3/2020).

Menyikapi hal tersebut, Sekjen Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Diko Nugroho menyampaikan publik dunia melalui lembaga PBB WHO menyatakan virus corona berasal dari China sebagai epicenter pertama.

“Dengan melihat dampak yang luar biasa, Pemerintah Komunis China membiarkan warga negaranya pergi ke Indonesia. Seperti ada kesengajaan yang terstruktur, ucap Diko di markas GPI, Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2020).

Menjawab problematika masyarakat yang saat ini kesulitan dalam ekonomi, GPI berkomitmen dalam meringankan masyarakat khususnya pekerja harian yang sangat rentan terkena corona, dengan membagikan ratusan sembako ditengah wabah corona.

“Kami sangat menyayangkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, China sebagai sumber wabah corona pemerintah tidak antisipasi untuk lockdown terkhusus dari warga negara China, pemerintah lalai sehingga banyak masyarakat yang terkena dampaknya hingga melumpuhkan ekonomi,” tegasnya.

Lalu soal solusi yang ditawarkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, untuk mengatasi pailit ekonomi dan situasi yang mengarah pada distrust sosial, sehingga menjadikan rakyat kebingungan dan panik.

“Saya menghimbau pemerintah, ketika tidak mampu mengatasi solusi hendaknya lebih bijak dan hati-hati membuat keputusan, agar kedamaian juga ketentraman masyarakat terjaga,” pungkas Diko.

Demi keselamatan NKRI dimana wabah corona semakin merajalela, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga jarak dari orang-orang China. (El)