BUNGO – Selama operasi antik jajaran Polda Jambi dan polres Bungo mengadakan operasi antik seluruh wilayah hukum polres Bungo.

operasi antik berlangsung selama 20 hari dari tanggal 11 Februari hingga tanggal 2 Maret 2022.

Terdapat selama operasi antik berlangsung 23 orang yang terdapat memakai narkotika jenis sabu. 18 di antaranya laki-laki dan 5 orang wanita.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro,S.Ik dalam press release nya mengatakan, selama 20 hari baik itu dari jajaran Polda Jambi maupun dari jajaran polres Bungo mengadakan operasi antik di wilayah hukum polres Bungo.

Dari operasi antik itu tim restic satresnarkoba polres Bungo berhasil mengamankan 23 orang dalam penyalahgunaan narkotika diantaranya 18 laki-laki dan 5 orang wanita.

“Iya kami berhasil mengamankan 23 orang penyalahgunaan Narkotika di dalam operasi antik selama 20 hari, saat ini sedang berada di tahanan sel Mapolres Bungo,”Ujar Kapolres Bungo.

“Barang bukti yang kita amankan saat ini ada 200 gram atau 2 ons narkotika jenis sabu, dan kita gabungkan total semuanya berjumlah 214 gram,”Kata AKBP Guntur Saputro.,S.Ik kepada sejumlah awak media, Sabtu(05/03/2022).

Guntur menambahkan, tentu dengan adanya ini pihak kepolisian tidak bisa berkerja dengan sendirinya, harus ada laporan dari Masyakarat Kabupaten Bungo sendiri.

“Kami dari kepolisian tidak bisa memberantas narkoba dengan sendirinya, namun ada pihak masyarakat Kabupaten Bungo yang melaporkan ke polres atau polsek-polsek terdekat dalam penyalahgunaan narkotika ini,”Tuturnya.

Kapolres berharap narkotika ini sangat merusak generasi penerus bangsa, oleh karena dirinya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bungo mari bekerjasama dengan polri untuk mengungkap penyalahgunaan narkotika.

Di katakannya lagi bahwa sampai saat ini Kabupaten Bungo masih menjadi salah satu lokasi yang berpotensi untuk menjadi tempat pendistribusian narkotika, sehingga orang luaran sana leluasa masuk di wilayah Kabupaten Bungo untuk mendistribusikan barang terlarang ini,”Kata Guntur Saputro lagi.

Kapolres berharap kepada orang yang menjalani hukuman ini, semoga kedepannya tidak terulang lagi atau berupaya untuk tidak mendistribusikan sebagai pengguna atau pengedar.

“Dari 23 hasil tangkapan ini tidak ada satupun yang merupakan residivis, artinya orang-orang ini baru belajar memakai atau mengedarkan barang terlarang ini.,”Ucapnya

(Rena)