12 Penggugat Komplek Hankam Slipi Bertahan Berdasarkan “Sprint Menpangad”

0
83

Inapos, Jakarta.- Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), melalui PN Jakbar hari ini melakukan pengecekan objek sengketa 12 rumah di Komplek Hankam Slipi, Jakarta Barat.

Dari total 320 rumah, hanya 12 rumah yang melakukan gugatan. Auliasa Ariawan selaku koordinator penggugat mengatakan, gugatan pertama yaitu pada Januari 2018, karena ada yang meninggal maka dicabut, lalu digugat kembali pada bulan Mei 2018.

Kami tinggal disini sejak 1966 berdasarkan PP Menpangad, perintah itu ditujukkan kepada seluruh prajurit TNI tidak boleh lagi tinggal di hotel atau losmen. Menpangad kemudian memerintahkan prajurit yang tinggal di hotel atau losmen dengan memberikan pilihan, yaitu ; 1. menerima uang pesangon keluar dari hotel/losmen. 2. Uang pesangon dibangunkan rumah.

“Untuk yang mengambil uang pesangon. Hari ini tidak mempunyai masalah, karena mereka dengan uang pesangon yang diterima, telah membeli rumah atau membeli tanah dan membangun rumah sendiri. Dan bagi kami. yang orang tuanya menerima rumah dari hasil uang pesangon, hari ini menjadi masalah, karena rumah yang orang tua kami tempati telah diklaim oleh TNI sebagai Rumah Dinas,” kata Auliasa saat dimintai keterangannya, Selasa (09/04/19).

Jadi menurut Auliasa, inilah yang menjadi dasar bagi penggugat semua melakukan gugatan untuk mempertahankan hak, harkat, martabat dan kehormatan orang tua kami yang telah berjuang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Adapun pengecekan objek sengketa dengan Perkara nomor : 258/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Tm, pengecekan sengketa dihadiri dari pihak Mabes TNI, Kemenhan, Menkeu, PU dan PN Jakbar.

Daftar nama para penggugat ialah, Aa Auliasa Ariawan (Penggugat XII), Hendra Ardiwiata, BSC (Penggugat X), Elsie Priyantini Y (Penggugat XI), Ir. Ambar Pratoto (Penggugat III), Bintang Suryandaru Risakotta (Penggugat IV), Satrio Wibowo (Penggugat VI), Olga Ch Jafar (Penggugat I), Sihol Halomoan (Penggugat VII), Drs. Riyanda Taswar (Penggugat I), Chaeriyah (Penggugat IX), Inne Augustina Singawiria (Penggugat VIII) dan Armanto Joedono (Penggugat V). (Elwan)


Komentar Anda?