Jakarta.- Badan Intelijen Negara (BIN) menepis kabar menyalahgunakan anggaran untuk investasi. Juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, menyatakan kabar penyalahgunaan anggaran tersebut tidak benar (hoax).
Wawan mengungkit BIN yang telah belasan tahun menerima predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Hasil Pemeriksaan BPK, laporan keuangan BIN 15 tahun berturut-turut mendapat predikat WTP, artinya pengelolaan anggaran di BIN sudah akuntabel,” kata Wawan dalam keterangannya, Senin (19/9/2022). Jadi berita penyalahgunaan anggaran BIN untuk investasi adalah hoax.

Juru bicara BIN Wawan mengatakan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di pemerintah dilaksanakan dengan berbasis kinerja. Sehingga peruntukan penggunaan anggaran harus berbasis program kerja pada setiap satuan kerja (satker) dan unit kerja yang ditetapkan setiap tahunnya.

Ia juga menyampaikan Selain itu, pelaksanaan dan penyerapan anggaran diawasi pihak internal (inspektorat) dan eksternal, yaitu BPK, BPKP, dan pihak-pihak terkait. Dalam pengelolaan APBN di instansi pemerintah sudah diatur pejabat perbendaharaan yang mengelolanya setiap awal tahun anggaran, antara lain PA, KPA, PPK, bendaharawan dan sebagainya. Sehingga tidak mungkin dikelola oleh perorangan,” jelasnya.

“Jika dikelola perorangan akan dikomplain oleh para kasatker dan Kepala Unit Kerja yang bertanggung jawab terhadap capaian program dan kinerja,” ungkapnya. (Bar)